Belajar Mengaji Iqra’

Belajar Iqro Belajar Mengaji Iqra

Bagi anda yang ingin belajar mengaji ataupun ingin mengajarkan anak anda untuk mengaji, ada beberapa metode yang dapat anda gunakan. Salah satu metode yang cukup mudah dan banyak digunakan oleh masyarakat ialah adalah metode belajar mengaji Iqra’. Metode belajar mengaji Iqra’ ialah metode yang menekankan langsung pada latihan membaca.

Metode Belajar Mengaji Iqra’

Metode belajar mengaji Iqra’ menggunakan buku panduan yang terdiri dari 6 jilid. Semakin tinggi jild, maka semakin tinggi pula tingkat kesulitannya.  Jilid pertama berisi pengenalan huruf dan rangkaian huruf yang sederhana. Sedangkan jilid ke-6 sudah berisi rangkaian huruf yang lebih panjang, agar murid bisa mempersiapkan diri untuk membaca Alquran.

Ada 10 sifat buku Iqra’, yaitu:

  • Bacaan langsung
  • CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
  • Privat
  • Modul
  • Asistensi
  • Praktis
  • Sistemaatis
  • Variatif
  • Komunikatif
  • Fleksibel

Metode belajar mengaji  Iqra’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human yang berasal dari Yogyakarta. Walaupun tidak menamatkan sekolahnya, namun beliau berhasil menciptakan karya yang sangat berguna bagi umat muslim. Jutaan umat muslim di Indonesia berhasil mempelajari cara membaca Alquran dengan menggunakan metode ciptaannya tersebut. Bahkan pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Ustadz As’ad Human atas jasanya tersebut.

Metode belajar mengaji Iqra’ tidak hanya digunakan di Indonesia. Tercatat negara – negara tetangga juga menggunakan metod ebelajar ini. Sebut saja Malaysia, Singapura dan Brunei darussalam. Buku belajar mengaji Iqra’ juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Kelebihan dan Kekurangan Belajar Mengaji Iqra’

Metode belajar mengaji Iqra’ ini memiliki banyak keunggulan. Hal tersebut membuat metode belajar Iqra’ ini diterima dan dgunakan oleh masyarakat luas. Keunggulan – keunggulan tersebut antara lain:

  • Buku jilid Iqra’ sangat mudah ditemukan. Hampir semua toko buku dan toko perlengkapan ibadah bagi muslim menyediakan buku ini.
  • Menggunakan sistem CBSA. Dalam sistem CBSA ini murid diharuskan untuk lebih aktif, sehingga proses belajar mengajipun menjadi lebih efektif.
  • Menggunakan pendekatan yang komunikatif. Dalam mengajar menggunakan metode Iqra’’ ini, guru diharapkan selalu memberikan pujian saat siswa membaca dengan benar. kalaupun siswa melakukan kesalahan, teguran diberikan dengan lembut.
  • Sistematis. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang sistematis, siswa akan lebih mudah untuk mempelajari bacaan yang ada.
  • Variatif. Belajar mengaji iqro’ bersifat variatif. Biasanya guru akan memberikan selingan berupa kisah – kisah tentang para nabi, dengan tujuan agar siswa tidak merasa bosan.
  • Walaupun memiliki kelebihan yang sangat banyak, metode belajar mengaji Iqra’’ ini tetap memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan dalam belajar mengaji Iqra’ yaitu:
  • Bacaan tajwid tidak diperkenalkan sejak awal.
  • Siswa tidak mengetahui istilah bacaan dalam ilmu tajwid.
  • Tidak dianjurkan untuk belajar menggunakan irama murotttal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *