Tartil Qur’an dan Makna Dibaliknya

Apakah Anda pernah mendengarkan seseorang membaca Qur’an dengan indah, pastinya Anda pernah mendengarkannya. Tentunya sangat menyenangkan, indah dan juga menyejukkan hati ketika mendengarkan seseorang membaca Qur’an dengan nada suara yang merdu. Namun pernahkan Anda mendengar tentang tartil Qur’an?

Apa itu tartil Qur’an

Mungkin sebagian dari Anda ada yang pernah mendengar istilah tartil Qur’an tersebut.  Ini adalah sebuah teknik atau cara membaca Qur’an dengan menggunakan hiasan tertentu berupa langgam atau menggunakan lagu. Tidak hanya menggunakan lagu, tetapi juga menggunakan beberapa aturan wajib yang harus Anda terapkan ketika membaca Qur’an.

Aturan dasar di dalam tartil Qur’an

Berikut ini adalah beberapa aturan dasar yang harus Anda ketahui ketika melakukan tartil Qur’an :

  • Membaca dengan baik dan benar

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah membaca Qur’an dengan tartil adalah membaca dengan baik dan bentar, sesuai dengan makhroj, panjang pendeknya, tajwid, dan beberapa hal lainnya. Hal sepert ini tentu saja tidak boleh Anda hilangkan. Bahkan harus Anda perhatikan dengan baik. Salah dalam membaca atau membaca tidak menggukan teknik yang baik, tentunya akan sedikit merusak arti, dan juga keindahan dari Qur’an itu sendiri.

  • Memberikan langgam yang indah

Hal kedua yang harus Anda  lakukan berikutnya ketika melakukan tartil Qur’an adalah, memberikan langgam yang indah. Dengan menggunakan langgam yang indah, maka bacaan Qur’an akan terdengan lebih indah, ditambah suara merdu dari seseorang yang sedang membacanya.

Membaca Qur’an dengan tanda baca yang baik, disertai Tajwid dan langgam yang indah, sedikit banyak memiliki kekhusuaan sendiri pada mereka yang mendengar dan juga dirinya sendiri sebagai pembaca Qur’an. Secara tidak langsung hal ini akan memeberikan ketenangan dan kedamainan hati.

  • Aturan untuk wanita ketika melakukan tartil Qur’an

Khusus untuk Anda para wanita, yang hendak melakukan tartil Qur’an, sebaiknya memperahtikan beberapa hal. Karena bagi sebagian ulama, membaca tartil Qur’an untuk seorang wanita dan didengarkan oleh pria yang bukan muhrimnya, akan menjadi sebuah fitnah tersendiri. Karena bagi sebagian ulama tersebut, suara wanita itu masih termasuk ke dalam aurat. Hal ini yang harus dijaga dengan baik.

Namun ada juga sebagian ulama yang tidak mempermasalahkan ketika seorang wanita membaca tartil Qur’an di depan lelaki yang bukan muhrimnya, dengan beberapa kondisi tertentu.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, membaca Qur’an dengan indah, tentunya menimbulkan getaran tersendiri untuk sanubari. Untuk itu Anda para kaum muslimin hendaknya membaca tartil Qur’an dengan baik, sebagai mana mestinya, agar dapat menikmani, memahami atau bahkan hafal isi di dalam Qur’an itu sendiri. Karena hal ini akan membawa kebaikan untuk semua umat yang mendengarkannya.