Keutamaan Ngaji Al-Qur’an

Saat ini, kita sering menyaksikan desain al-Qur’an yang kian hari kian cantik, entah dari model cover, kertas yang dipakai atau dari warna covernya yang menarik. Sayangnya, tidak seperti syair yang semakin enak di dengar semakin sering dilantunkan, kalamullah ini kian ditinggalkan. Sering kita dapati, Al-Qur’an di etalase masjid dibiarkan kumuh berdebu dan al-Qur’an di almari rumah kita masing-masing telah sekian tahun tidak terjamah. Fenomena seperti ini sangat kontras dengan fakta di zaman Nabi. Saat itu, para hafidz sangat banyak.

Muslimin muslimat senang belajar, membaca, menghafal dan juga mengamalkan Al-Qur’an. Fakta yang berbeda pada zaman ini mungkin saja disebabkan oleh ketidaktahuan akan keutamaan ngaji al-Qur’an selain banyaknya hal yang mengalihkan perhatian umat Islam untuk terus merangkul al-Qur’an. Al-Qur’an secara terminologi berarti  kalam Allah yang sekaligus menjadi mukjizat nabiyullah Muhammad SAW. Al-Qur’an bukan makhluk sebab al-Qur’an adalah ucapan atau kalam Allah. Segala yang berhubungan dengan Allah tidak dikategorikan dalam klasifikasi makhluk.

Keutamaan Besar Ngaji al-Quran

Berikut keutamaan ngaji Al-Qur’an sebagai referensi untuk memantapkan hati kita dalam membaca Al-Qur’an:

  • Ahlul Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
  • Rahmat, ketenangan serta keutamaan sebagai hamba Allah akan didapatkan jika mereka senantiasa membaca al-Qur’an dan senang berkumpul untuk membacanya seperti dalam kegiatan tadarus bulan Ramadhan.
  • Bagi ahlul Iman, bacaan Al-Qur’an merupakan perhiasan iman. Dalam hadits, ahlul Qur’an atau orang yang membaca al-Qur’an diumpamakan seperti jeruk manis atau buah al-Utrujah yang rasanya manis dan harum baunya, muslim yang tidak membaca al-Qur’an diibaratkan buah kurma yang rasanya enak tapi tidak berbau, orang kafir yang membaca Al-Qur’an seperti buah ar-Raihanah yang rasanya getir dan pahit tapi wangi baunya, dan bagi mereka yang kafir sekaligus tidak membaca kalam Allah diibaratkan seperti buah Al-Handhalah yang bau dan rasanya tidak enak.
  • Salah satu pertimbangan untuk menjadikan seseorang sebagai imam sholat adalah dari banyak dan sedikitnya hafalan al-Qur’annya. Ini tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim yang berarti : “orang yang memiliki hak menjadi imam (utamanya) dalam sholat adalah mereka yang pandai membaca Al-Qur’an.
  • Hadist riwayat Muslim menjelaskan bahwa hasad yang termasuk akhlak tercela ternyata diijinkan dalam dua hal. Pertama, kepada orang yang dikaruniai Al-Qur’an oleh Allah dan bersedia mengamalkan baik pada malam maupun siang hari. Kedua, orang kaya harta yang senang menyedekahkan kekayaannya di jalan Allah baik siang maupun malam.
  • Bagi pembaca maupun para pendengarnya, bacaan al-Qur’an akan melembutkan hati sekaligus jiwa keduanya.
  • Membaca dan mengamalkan al-Qur’an merupakan salah satu cara untuk berbakti kepada kedua orang tua. Kelak, di hari akhir, para orang tua yang memiliki anak ahlul Qur’an akan dipakaikan mahkota dengan sinar cemerlang melebihi cahaya matahari. Para orang tua tersebut tidak mengetahui hal itu sebelum akhirnya dijelaskan tentang sebab musababnya.

Demikian di antar beberapa ngaji al-Qur’an yang harus selalu kita ketahui agar kita senantiasa memiliki ketetapan iman.