Adab Membaca Al-Qur’an

Bagaimana adab membaca Al-Qur’an yang baik dan benar? Simak paparannya berikut ini:

Berwudhu

Membaca Al-Qur’an adalah membaca sebuah ayat yang berasal dari wahyu Allah, maka pertama hal yang mesti Anda lakukan untuk melaksanakan adab alias tata cara membaca Al-Qur’an adalah dengan berwudhu. Sebab, wudhu adalah salah satu sunnah yang dijalankan nabi kita Muhammad SAW, agar menjadi bersih dan suci.

Selalu menggunakan tangan kanan

Tangan kanan adalah tangan yang baik, karenanya gunakanlah tangan kanan ketika mengambil Al-Qur’an agar menjadi sebuah keberkahan yang disesuaikan anjuran para ahlinya. Untuk memegang Al-Qur’an biasakan untuk menggunakan kedua tangan Anda.

Selalu berada di tempat yang bersih

Menjadikan lokasi baca Al-Qur’an Anda di tempat yang bersih, seperti di rumah, di mushola, ataupun di tempat yang nyaman. Karena hal ini menjadi sebuah sunnah yang di ajarkan rosul untuk diri kita, dengan tempat yang bersih dan nyaman, pemahaman dalam hal membaca Al-Quran menjadi lebih baik dan mudah untuk dicerna di dalam otak kita.

Menghadap Qiblat

Qiblat adalah patokan umat muslim dalam hal ibadah sholat kepada Allah, dari banyaknya referensi hadist dan lain sebagainya, membaca Al-Qur’an di sunnatkan menghadap ke qiblat, tujuannya adalah agar bisa selalu ingat akan niat awal dan proses membaca segalanya karena Allah.

Memulai dengan ta’awwudz

Selalu mengawali dalam hal membaca Al-Qur’an adalah dengan ta’awwudz, karena fadillah dari taawwudz itu sendiri adalah menghindari pemahaman yang menyimpang dari gangguan syetan yang terkutuk. Dengan harapan segala karen Allah, menjadikan pemikiran kita lebih terang dan mampu selalu istiqomah dalam kehidupan yang lurus.

Membaca al-Qur’an dengan tartil

Tartil adalah membaca kitab suci Al-Qur’an dengan sangat pelan dan tenang. Hal ini membantu Anda untuk memahami secara mendalam apa itu isi Al-Qur’an, karena tujuan utama membaca Al-Quran adalah mampu mengaplikasikan aturan yang telah diberikan untuk semua kegiatan kita sehari-hari dalam kehidupannya, sehingga mampu mendapatkan manfaat untuk diri, keluarga, lingkungan, bahkan untuk umat. Dengan demikian, hasilnya bisa kita dapatkan bukan hanya untuk kebahagiaan dan keselamatan dunia tetapi sekaligus akhirat.

Tartil adalah hal yang paling utama, dengan perlahan dan tenang, maka responsif otak dalam hal menyaring dan memahami setiap apa yang kita baca menjadi sebuah langkah awal untuk bisa mendapatkan hidayah yang berguna untuk kehidupan di dunia. Karena pedoman Al-Qur’an memang diperuntukan untuk semua umat manusia di bumi ini. Oleh karena itu, setiap kita membaca Al-Qur’an di harapkan benar-benar memahami hingga dalam dan bisa di aplikasikan ketika kita bersosialisasi, mampu dibuktikan ketika kita menghadapi berbagai macam ujian, dan mampu memberikan keberkahan kepada semua orang.

Demikian ulasan mengenai adab membaca Al-Qur’an, semoga bermanfaat.