Bacaan Niat Shalat Sunnah Rawatib

Bacaan Sholat

Bismillahirohmanirohim, alhamdulillahirobbilalamin. Sebagai seorang muslim kita mengetahui bahwa kita memiliki kewajiban untuk menegakkan salat lima waktu dalam sehari semalam. Yang lima salat ini hukumnya adalah wajib atau jika dikerjakan maka berpahala dan jika ditinggalkan maka mendapat dosa. Salat lima waktu sehari semalam ini adalah ritual yang membedakan antara seseorang yang beragama Islam dan seorang yang memilih agama selain agama Islam untuk dianut. Saking besarnya perintah salat lima waktu ini para ulama sampai bersilang mendapat mengenai hukum orang yang meninggalkannya. Sebagian menyatakan bahwa orang yang meninggalkan salat lima waktu dengan sengaja adalah kafir atau keluar dari Islam, dan sebagian lainnya mengatakan mereka yang meninggalkan salat lima waktu adalah fasik atau pendosa. Yang jelas mereka sepakat bahwa meninggalkan salat lima waktu adalah dosa besar yang sangat besar, lebih besar dari berzina dan mencuri, walaupun masih di bawah dosa perbuatan syirik.

Sebagai seorang hamba tentu kita pun menginginkan agar ibadah kita salat lima waktu diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang belum yang kita berharap agar Allah merahmati kita dan memasukkan kita ke dalam surgaNya. Akan tetapi kita juga tahu bahwa salat wajib kita seringkali penuh dengan celah noda dan dosa, banyak kekurangannya, lebih banyak tidak khusyuk dibanding khusyuk. Dan semuanya itu tentu membuat nilai ibadah sholat wajib menjadi hancur lebur berantakan. Karenanya di dalam Islam kita di syariatkan untuk menambah dengan salat salat sunnah untuk menambah kekurangan salat wajib kita. Dan diantara yang bisa kita lakukan adalah melakukan salat-salat rawatib dengan niat yang ikhlas, yaitu salat salat sunah yang mengiringi salat wajib, baik sebelum atau setelah salat wajib dilaksanakan yang dikenal dengan nama salat sunah qobliah dan ba’diah.

Keutamaan salat rawatib: sholat sunnah qobliah dan ba’diah

Salat sunah rawatib dalam sehari dan semalam yang disyariatkan ada banyak jumlah rokaatnya. Di dalam hadits riwayat Imam Bukhari diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam biasa melakukan 10 rakaat salat sunnah rawatib dengan niat yang ikhlas dalam sehari semalam. Adapun hadisnya sebagaimana berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ: حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – عَشْرَ رَكَعَاتٍ, رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Telah aku hapal dari Rasulullah SAW 10 raka’at; 2 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelahnya, 2 raka’at setelah Maghrib di rumahnya, 2 raka’at setelah Isya’ di rumahnya dan 2 raka’at sebelum shalat shubuh”. [HR Bukhari]

Referensi: Islam QA

Adapun dalam hadis riwayat At Tirmidzi yang disahkan oleh Al Albani disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjanjikan sebuah rumah di dalam surga bagi orang yang mengerjakan 12 rokaat salat sunah dalam satu hari dengan detailnya sebagaimana berikut:

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ »

Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat di dalam sehari dan semalam 12 raka’at maka dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga, (12 raka’at tersebut) adalah 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelahnya, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah Isya’ dan 2 raka’at sebelum Fajar”. Hadits riwayat Tirmidzi (no. 414) dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahihut Tirmidzi (1/131)Referensi: VOA Islam

Kita lihat betapa pentingnya dan betapa agungnya kedudukan salat sunnah rawatib ini di dalam Islam sehingga nabi sampai menjanjikan rumah di surga bagi orang yang laksanakan salat salat sunah rawatib tersebut.

Sebagai bahan renungan saja, perhatikan hadis yang kedua tentang Allah janjikan rumah di surga bagi orang yang melaksanakan 12 rokaat salat sunnah dengan niat yang ikhlas dalam sehari semalam melalui lisan nabinya yang mulia. Perhatikan bahwa yang dijanjikan adalah rumah, sedangkan kita tahu bahwa untuk memiliki rumah yang kecil saja di dunia saat ini bukanlah sebuah perkara yang mudah, perlu mungkin belasan bahkan puluhan tahun seseorang bekerja keras sehingga dia bisa mendapatkan sebuah rumah di dunia, yang belum tentu rumah itu lapang dan menyenangkan sesuai harapan.

Nah ini, hanya dengan menyisipkan beberapa menit dalam satu hari kita bisa mendapatkan sebuah rumah di surga yang tentunya bukan sembarang rumah, tentunya bukan rumah kecil yang sumpek, akan tetapi bahkan sebuah tempat tinggal yang besar dan megah super nyaman dan indah. Maka sudah sepantasnya jika kita selalu berusaha untuk mengerjakan 12 salat sunnah sehari semalam tersebut, agar kita mendapatkan apa yang telah Rasulullah janjikan di dalam hadis tersebut di atas.

Niat salat rawatib: sholat sunnah qobliah dan ba’diah

Beredar luas di masyarakat Indonesia sebuah hal yang cukup populer dengan sebutan niat salat, maksudnya ucapan yang harus dibaca saat akan melakukan salat. Niat tersebut umumnya diucapkan beberapa saat sebelum kita melakukan Takbiratul Ihram, dengan lafadz yang berbeda-beda disesuaikan dengan Sholat apa yang akan dilaksanakan. Kira-kira teks nya sebagai berikut:

Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Subuh (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATASH-SHUBHI ROK’ATAINI QOBLIYYATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Aku niat melakukan shalat sunat sebelum subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’alaNiat Sholat Sunnah Qobliyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAZH-ZHUHRI ROK’ATAINI QOBLIYYATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Aku niat melakukan shalat sunat sebelum dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’alaNiat Sholat Sunnah Ba’diyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAZH-ZHUHRI ROK’ATAINI BA’DIYYATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Aku niat melakukan shalat sunat setelah dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, karena Allah ta’alaNiat Sholat Sunnah Ba’diyyah Maghrib (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL MAGHRIBI ROK’ATAINI BA’DIYYATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Aku niat melakukan shalat sunat setelah maghrib 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, karena Allah ta’alaNiat Sholat Sunnah Ba’diyyah ‘Isya (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL ‘ISYAA’I ROK’ATAINI BA’DIYYATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :

Aku niat melakukan shalat sunat setelah ‘isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, karena Allah ta’ala

Demikianlah di antara beberapa lafaz niat salat ya banyak beredar di masyarakat, baik niat salat qobliah dan ba’diah, baik niat salat dari subuh hingga Isya. Di atas semuanya adalah lafaz sholat sunnah 2 rakaat sehingga menggunakan lafaz rok’ataini, niat salat sunnah yang jumlahnya 4 rakaat dituliskan menjadi arba’a rak’atin.

Nantinya untuk shalat wajib berbeda lagi, beberapa tempat atau daerah yang kamu ketahui menambahkan lafaz sebagai makmum, sebagai Imam, niat salat sendirian dalam bahasa Arabnya. Sehingga pada nantinya cara membuat variasi teks di atas menjadi jauh lebih banyak dan lebih rumit lagi, yang tentunya akan lebih membingungkan lagi bagi umat Islam

KRITIK: sejauh yang kami ketahui lafaz lafaz niat yang diucapkan sebelum salat, tepatnya sebelum Takbiratul Ihram tidak ada yang shahih dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, tidak juga dicontohkan oleh para sahabat, tabiin, dan juga tabiut tabiin. Sehingga dengan hal tersebut sepertinya hal ini bukanlah sebuah hal yang disunahkan untuk dibaca sebelum salat. Bahkan hal ini bisa menjadi sebuah bid’ah yaitu mengada-ngada dalam urusan agama. Kami lebih sarankan kepada anda jika memang sudah memiliki keinginan untuk melakukan salat sunah lakukanlah langsung, tidak perlu Membaca niat Apapun sebelum Takbiratul Ihram. Sejatinya yang disebut dengan niat adalah keinginan hati, dan bukan perkataan lisan, maka cukup dengan memiliki keinginan melakukan salat sunnah sejatinya anda sudah disebut berniat, dan itu sudah cukup Insya Allah.