Doa Berbuka Puasa Sunnah Senin-Kamis dan Lainnya

Di antara ibadah yang sangat dianjurkan di dalam Islam adalah shaum atau biasa juga disebut dengan puasa. Ibadah yang satu ini adalah ibadah yang tidak perlu banyak bekerja keras (tidak melelahkan) namun perlu pengendalian diri yang baik. Ya, shaum atau puasa adalah sebuah ibadah yang tidak mengharuskan kita menggerakkan badan atau membaca do’a/dzikir tertentu, yang dituntut dari ibadah yang satu ini hanyalah satu kata: kesabaran. Kesabaran dari mendekati hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari sejak terbit matahari hingga terbenamnya.

Shaum ini ada yang wajib, seperti Shaum Ramadhan. Ada yang sunnah, seperti Shaum Senin-Kamis. Tapi baik shaum Ramadhan maupun Senin-Kamis tidak ada bedanya dalam pelaksanaan, hanya beda waktu dan status hukumnya.

Shaum atau puasa di Indonesia dimulai dari sekitar jam 04 pagi hingga jam 18 sore hari, kurang atau lebih. Selama masa penantian berbuka yang lamanya 14 jam tersebut, tentu membuat perut lapar dan tenggorokan haus. Nah itulah salah satu hikmah mengapa di dalam Islam saat kita berbuka puasa/shaum maka do’a yang dilantunkan pun membawa kata yang memberikan kebahagiaan bagi kita setelah berlama-lama menahan lapar dan dahaga, yakni:

Do’a Berbuka Puasa (Ramadhan, Senin-Kamis, dst)

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”

Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki

(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Sumber: muslimah

Do’anya cukup pendek dan mudah dihafal, cobalah untuk dihafalkan, insyaaAllah berguna untuk banyak kesempatan. Do’a ini dapat digunakan sebagai do’a untuk berbuka puasa secara umum, baik shaum sunnah maupun shaum wajib, di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya.

Makna Do’a Ifthar Shaum

Do’a di atas adalah do’a yang sangat indah. Orang yang shaum pasti akan merasakan laparnya perut dan keringnya tenggorokan karena menaati perintah Allah dan mengikuti contoh rasul-Nya untuk menahan segala yang membatalkan shaum dari terbit hingga terbenamnya matahari.

Saat membaca do’a di atas (dibaca setelah meneguk minuman atau menelan makanan di waktu berbuka), kita langsung diingatkan bahwa waktu berbuka ini adalah sebuah nikmat yang besar dari Allah. Di waktu ini dahaga telah hilang karena sudah boleh minum, dan lapar pun hilang karena sudah boleh makan, dan di samping itu insyaaAllah pahala yang Allah janjikan pun akan kita temui kelak di hari kiamat. InsyaaAllah.