Lafadz Niat Shalat Hajat Lengkap: Arab, Artinya, Terjemah

Usholi Salat Sunat Hajat Teks Do, A Niat Salat Hajat Islami Nabi Muhamad

Manusia pada saat menjalani kehidupannya banyak sekali menemui kendala. Karenanya, dia butuh untuk berdo’a, mereka butuh untuk berdo’a. Dengan berdo’a maka hajat yang dimaksud akan tersampai, hati menjadi tenang, pahala didapatkan, kehidupan lebih bahagia, niat menjadi lurus, dan seterusnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan apa yang kita hajatkan adalah dengan melakukan shalat hajat lalu berdo’a seperti yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam — jika kita mengambil pendapat para ulama yang mensunnahkan adanya shalat hajat. Nah, selain do’a setelah shalat hajat ternyata di Indonesia kita pun diajarkan untuk mengucapkan niat shalat hajat sebelum melakukan shalat hajat tersebut. Adapun niat yang dimaksud lafadznya sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

USHOLLI SUNNATAL HAAJATI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’ALA

Aku berniat salat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala

Lafadz seperti dijelaskan di atas atau lafadz-lafadznya semisalnya banyak tertulis di dalam berbagai buku yang membahas tuntunan shalat sunnah yang beredar di berbagai toko buku di Indonesia. Tapi, apakah lafadz niat ini sudah benar? Mari kita teliti lagi

Makna dan Kritik Niat Shalat Hajat

Sebelumnya, mari kita bahas dari segi makna terlebih dulu tentang lafadz niat shalat hajat ini. Pertama, jika dilihat dari sisi makna maka do’a shalat hajat ini sangatlah baik. Di awal niat ditegaskan bahwa yang akan kita lakukan adalah shalat, salah satu jenis ibadah yg paling besar pahalanya dan paling dicintai Allah Ta’ala dan juga termasuk ibadah yang paling disukai orang-orang yang shalih.

Selanjutnya, ditegaskan bahwa jumlah raka’at shalat hajat yang akan dilakukan hanya dua raka’at saja, tidak terlalu banyak. Ini tidak bermasalah. Terakhir, ditegaskan dalam lafadz niat tersebut bahwa niat ibadah yang dilakukan hanya untuk mencari ridho Allah semata, maka ini bagus dan sesuai dengan prinsip tauhid. Jadi dari sisi makna bacaan tidak ada masalah, bahkan lafadz tersebut di atas sangat baik.

Akan tetapi jika ditinjau dari sisi fiqih pengucapan lafadz niat shalat hajat seperti di atas tidaklah kita temui ada sumbernya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak juga dari para sahabatnya. Bahkan para ulama menegaskan bahwa letaknya niat adalah di hati. Karenanya kami sarankan untuk tidak perlu mengucapkan lafadz niat seperti di atas, khawatir jatuh ke dalam bid’ah, yakni membuat aturan ibadah sendiri tidak sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.