Doa Agar Diketemukan Barang Hilang: Arab, Latin, Terjemah

Sholat Sunah Mngembalikan Barang Latin

Salah satu hal yang paling tidak mengenakkan di dalam hidup kita adalah saat kita kehilangan sesuatu barang yang kita butuhkan atau bahkan kita cintai. Rasanya sangat sedih dan bahkan bisa sangat membuat depresi jika barang tersebut adalah barang yang sangat kita butuhkan. Karenanya, kita berlindung pada Allah Ta’ala agar dia tidak menarik barang-barang yang kita butuhkan dengan cara membuatnya menjadi hilang.

Akan tetapi yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja, termasuk kehilangan barang bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Karenanya, jika memang takdirnya sudah terjadi, kita harus tahu apa yang perlu kita lakukan selanjutnya. Nah, di dalam Islam ternyata ada tuntunan untuk membantu kita menemukan barang yang hilang dari tangan kita. Memang bukan dari hadits Nabi akan tetapi dari contoh sahabat yang mulia.

Siapa sahabat tersebut? Yakni ‘Abdullah bin ‘Umar, atau biasa disebut dengan Ibnu ‘Umar. Beliau pernah ditanya tentang bagaimana amalan atau do’a yang perlu dilakukan jika kita kehilangan suatu barang? Maka beliau menjelaskan:

”Dia berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa,

يَا هَادِيَ الضَّال، وَرَادَّ الضَّالَة ارْدُدْ عَلَيَّ ضَالَتِي بِعِزَّتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهاَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

YAA HAADIYADH-DHAAAL, WA RAADDADH-DHAALAH, URDUD ‘ALAYYA DHAALATI BI ‘IZZATIKA WA SULTHAANIKA FA INNAHAA MIN ‘ATHAAIKA WA FADHLIKA

Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugrah dan pemberian-Mu’.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 29720, al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir (2/54). Baihaqi mengatakan,

هذا موقوف وهو حسن

Ini adalah hadits mauquf [perkataan shahabat] dan hadits ini statusnya adalah hasan”

Demikian pula dinyatakan oleh Abdurrahman bin Hasan, bahwa perawi untuk riwayat Baihaqi adalah perawi yang tsiqqah (terpercaya). (Tahqiq al-Wabil as-Shayib, Abdurrahman bin Hasan dibawah bimbingan Dr. Bakr Abu Zaid)

Sumber: konsultasisyariah

Penjelasan Do’a Kehilangan Barang

Seperti kami jelaskan sebelumnya di atas, tidak ada do’a khusus dari Qur’an dan Sunnah tentang bagaimana cara berdo’a jika kehilangan barang yang kita cintai, butuhkan dan perlukan. Akan tetapi ada contoh dari sahabat Nabi, atau disebut sebagai atsar, dari Ibnu ‘Umar tentang hal ini. Dan kami berharap do’a di atas boleh dan bisa diamalkan dikarenakan dalam masalah do’a perkaranya luas.

Adapun do’a itu sendiri, memiliki makna yang sangat baik dan mengandung beberapa perkara akidah yang penting di dalamnya. Pertama, dalam do’a di atas kita mengakui dan memuji Allah sebagai pemilik petunjuk (hidayah) bagi makhluknya, dialah yang memberi hidayah pada manusia dan pada makhluknya yang lain. Lalu selanjutnya kita memuji Allah sebagai dzat yang dapat mengembalikan barang yang hilang.

Di dalam do’a itu, setelah kita memuji Allah dengan pujian yang baik tersebut, kita memohon dengan sungguh-sungguh padanya agar membantu mengembalikan barang yang hilang tersebut, dan kita merendahkan diri di hadapan-Nya dengan menyebutkan bahwa kita butuh bantuan kekuasaan-Nya agar barang yang kita cari kembali. Setelah itu kita nyatakan syukur kita dengan mengakui bahwa barang yang hilang tersebut pada hakikatnya adalah bagian dari anugerah dan pemberian-Nya Subhaanahu wa Ta’ala.

Sungguh nilai tauhid yang sangat tinggi dari seuntai do’a mencari barang yang hilang, masyaAllah!