Bacaan Niat Mandi Jum’at: Arab, Latin, Artinya

Niat Mandi Jumat Doa Mandi Jumat

Bismillaah. Walhamdulillaah. Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan tubuh kita. Ada banyak tuntunan di dalam Islam untuk menjaga kebersihan tubuh, seperti dengan bersiwak (menggosok gigi), berkhitan, istinja, memotong kumis, memotong kuku, wudhu, mandi, dan lain sebagainya dari berbagai hal yang bisa menhaga kebersihan dan kesehatan kehidupan kita.

Pada kali ini kita akan membahas tentang mandi dan tentang niat mandi pada khususnya. Mandi adalah proses pembersihan tubuh yang paling menyeluruh, karena semua bagian tubuh kita dibersihkan dengan air yang bersih. Dari sisi syar’i mandi memiliki fungsi mensucikan, dari sisi medis pun sangat menyehatkan.

Di Indonesia, kita sering diajari bahwa sebelum mandi, terutama mandi Jum’at, ada kalimat niat yang harus dibaca terlebih dahulu. Kalimat yang kami maksud adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIHUDHUURI SHOLAATIL JUM’ATI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALAA
Saya niat mandi untuk shalat pada hari jum’at (mandi jum’at) sunnah karena Allah Ta’ala

Demikian niat mandi Jum’at dalam bahasa arab, latin dan terjemahnya

Makna dan Kritik Atas Niat Mandi Jum’at

Secara makna, niat di atas sangat baik sekali. Kalimat yang diucapkan menegaskan bahwa kita benar-benar berkeinginan untuk melaksanakan ibadah mandi, yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim pada kondisi tertentu, dan sunnah pada kondisi lainnya. Ini adalah hal yg baik. Lalu, di akhir text niat yang dimaksud, diucapkan juga bahwa kita meniatkan hanya untuk menggapai ridho Allah Ta’ala, bukan yg lain. Ini pun hal yg sangat baik, dan merupakan intisari tauhid, yakni beribadah hanya untuk Allah. Maka, dari segi makna niat ini sangat baik sekali.

Akan tetapi dari sisi fiqih ada masalah dengan penekanan untuk mengucapkan niat sebelum mandi Jum’at. Alasannya adalah karena mengucapkan niat mandi Jum’at tidaklah dicontohkan oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan juga tidak dicontohkan oleh para sahabat beliau –radhiyallahu ‘anhum ajma’in–, maka kami khawatir pengucapan niat ini ini termasuk mengada-ngada dalam urusan agama (bid’ah). Maka demikian, kami tidak menyarankan Anda untuk mengucapkan niat tersebut di atas. Niat cukup di dalam hati, cukup dengan memiliki keinginan, maka itu telah disebut sebagai berniat, tidak perlu diucapkan. Allahu a’lam.