Doa Mandi Wajib/Junub: Arab, Latin, Terjemah

Ar Rahman

Mandi adalah sebuah kegiatan yang menjadi keperluan setiap manusia. Betapa tidak, jika kita tidak pernah mandi maka badan akan bau, kotor, banyak penyakit, juga terasa lengket dan tidak enak sama sekali. Karenanya, sudah seharusnya kita selalu menjaga kebersihan dan kesehatan badan kita dengan melakukan mandi secara rutin. Mungkin dua kali sehari, atau setidaknya satu kali sehari.

Islam sebagai agama yang lurus menuntun ummatnya untuk selalu menjaga kebersihan badan, di antaranya dengan mensunnahkan gosok gigi, wudhu dan mandi. Bahkan dalam sebagian keadaan, kegiatan mandi, gosok gigi juga berwudhu menjadi wajib statusnya. Ini adalah di antara kesempurnaan dan kemuliaan agama Islam. Yang menjadi pertanyaannya adalah, adakah do’a mandi yang shahih di dalam agama Islam?

Di masyarakat, yang populer beredar tentang do’a mandi adalah sebagai berikut ini:

اَللهُمَّ اغْفِرْلِى ذَنْبِى وَوَسِّعْ لِى فِىْ دَارِىْ وَبَارِكْ لِىْ فِىْ رِزْقِىْ

ALLOOHUMMAGHFIRLII DZAMBII WA WASSI’LII FII DAARII WA BAARIK LII FII RIZQII

Ya Allah ampunilah dosa kesalahanku dan berilah keluasaan di rumahku serta berkahilah pada rizqiku

Secara text insyaaAllah memang maknanya bagus, yakni kita meminta ampun dari kesalahan kita yang telah berlalu, dan meminta keluasan dan keberkahan pada tempat tinggal serta pada rezeki yang kita terima. Akan tetapi secara ilmu riwayat, lafadz di atas tidak diketemukan sumbernya dari hadits yang shahih.

Do’a Mandi Yang Shahih

Jika text hadits di atas tidak shahih, bagaimana do’a mandi yang shahih? Yang paling dekat dan bisa dipakai mungkin adalah do’a untuk wudhu yang mengiringi mandi. Wudhu adalah salah satu bagian dari mandi wajib/mandi junub, dan salah satu yang perlu dibaca saat wudhu adalah bacaan basmalah.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah) sebelum wudhu.”

Status hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad 11371, Ibnu Majah 429, dan yang lainnya. Dan ulama berbeda pendapat dalam menilai hadis ini. Sebagian ulama menilainya sebagai hadis hasan. Seperti al-Albani. Dan ulama lain menilainya dhaif. Karena dalam sanadnya terdapat perawi bernama Rubaih bin Abdurrahman dan Katsir bin Zaid yang statusnya dhaif jika sendirian (Ta’liqat Musnad Ahmad, 17/464).

Sumber: konsultasisyariah

Menurut penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits yang menulis artikel di atas (konsultasisyariah), jika kita mengambil pendapat ulama yang menshahihkan hadits di atas dan juga mengambil pendapat jumhur ulama, maka dianjurkan untuk membaca basmalah sebelum mandi. Maka bisa dikatakan bahwa do’a sebelum mandi yg shahih adalah kalimat ringkas saja:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Semoga bermanfaat dan semoga Allah menunjuki kita pada jalan yang lurus.