Solusi Penggunaan Kartu Kredit

Kartu Kredit Menurut Erwandi Tarmidzi Erwandi Tarmizi Kartu Kredit Solusi Kartu Kredit Riba Erwandi Tarmizi Kartu Kredit Erwandi Kartu Kredit Menurut Ustad Erwandi

Menurut Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

Jadikan Sebagai “Kartu Debit”

Ringkasan:kartu kredit terlarang karena ada unsur riba di dalamnya atau karena dipersyaratkan adanya riba dengan adanya pembayaran yang berlebih dari utang yang ada. Padahal dalam kaedah para ulama dikatakan, “Setiap utang piutang yang di dalamnya ditarik keuntungan, maka itu adalah riba“.

Sebagai solusi bagi yang harus menggunakan kartu kredit karena terpaksa, maka dia bisa memposisikan kartu kredit tersebut dengan diisi saldo terlebih dahulu (seakan-akan jadi kartu debit). Jika kondisinya demikian berarti bank yang nantinya berutang pada kita, bukan kita yang berutang pada bank. Atau bisa pula menggunakan kartu kredit auto debt dengan tetap memperhatikan saldo di atas belanja dengan kartu kredit. Ada sebagian bank yang memberikan layanan terakhir ini.

Referensi:

1: https://rumaysho.com/1443-hukum-kartu-kredit.html

2: https://muslim.or.id/14576-menyoal-kartu-kredit.html

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/rumaysho.com-Hukum-Kartu-Kredit.pdf

2: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/muslim.or_.id-Menyoal-Kartu-Kredit.pdf

Menurut Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri, MA

Ringkasan: jadikanlah kartu kredit tersebut sebagai kartu debit. Sebelum kita gunakan rekening ini diisi dulu (transfer dulu) sehingga saat kita pakai maka kartu kredit langsung memotong dari saldo yang sudah kita isikan. Jangan biarkan kartu kredit Anda kosong, dahului supaya sebelum dipakai kita bayar dulu, sehingga kita tidak berhutang

Referensi:

Referensi (mulai menit 20:00 – 22:00)

Referensi:

1: https://www.youtube.com/watch?v=yCvHdGjCfMs

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/Terpaksa-Menggunakan-Kartu-Kredit-Ustadz-Arifin-Badri.mp4

15. Tidak boleh bersepakat atas transaksi riba, misal kartu hutang (kredit). Solusi: akun virtual paypal atau kartu kredit dirubah jadi kartu debet. Kartu kredit bermasalah karna klien diminta bertransaksi dg skema hutang, baru membayar, kalau telat didenda. Jadi harus dibalik, rekeningnya diisi duit dulu, baru belanja (skema kartu debet).

Referensi:

1: https://youtu.be/8TDBsrCAhA0

2: https://pengusahamuslim.com/4792-ringkasan-materi-kajian-hukum-jual-beli-online-oleh-ust-arifin-baderi.html

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/Bincang-Santai-Hukum-Toko-Online-Jual-Beli-Online-Ustadz-Dr.-Muhammad-Arifin-Badri-MA.mp4

2: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/03/pengusahamuslim.com-Ringkasan-Materi-Kajian-Hukum-Jual-Beli-Online-oleh-Ust-Arifin-Baderi.pdf

Menurut Ust. Dr. Erwandi Tarmizi, MA

Permasalahan kartu kredit, hal ini disepakati oleh para ulamā yang ada persyaratan ribanya adalah riba.

Persyaratan bahwa anda akan didenda bila terlambat, walaupun anda mengatakan saya mampu, (namun, -pent) disana (telah, -pent) ada keputusan dari lembaga internasional bahwa boleh tidak menerbitkannya (kartu kredit, -pent)

Lalu bagaimana sekarang anda membutuhkannya. Sebetulnya ada solusi, bila ada deposit disana atau mungkin di istilahkan oleh sebagian para praktisi dengan auto debet (kalau saya tidak salah) ada uang anda yang di depositokan disana (disimpan disana) (di rekening, -pent) tapi (rekening, -pent) ini harus tanpa riba juga, (yaitu, -pent) di depositokan dengan cara tanpa riba baik di rekening giro atau yang lain.

Caranya dengan persyaratkan yang tidak ada pertambahan bunganya.

Kemudian minta kepada dia (penerbit kartu, -pent) bahwa kartu kredit atau di debet setiap anda belanja, (ini artinya, -pent) pakai uang anda bukan pakai uang bank, hal ini dibolehkan oleh para ulamā karena nama akad nya alwakalah bin wafa’ (anda mewakilkan kepada bank untuk membayarkan dan dari uang sendiri).

Ini solusi saya kira, kalau tidak begini (yaitu, -pent) tidak ada deposit anda atau ada juga uang anda (di tempat lain, -pent) tapi belanja bukan dari uang anda, apabila langkah ini yang diambil maka ini tetap juga termasuk dalam kartu kredit yang tidak dibolehkan (haram).

Ref: https://bimbinganislam.com/pembelian-dengan-kartu-kredit/

Referensi:

1: https://archive.org/details/40PEMBELIANDENGANKARTUKREDIT.MP3

2: https://bimbinganislam.com/pembelian-dengan-kartu-kredit/

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/05/bimbinganislam.com-Pembelian-Dengan-Kartu-Kredit.pdf

2: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/Pembelian-Dengan-Kartu-Kredit-Dr.-Erwandi-Tarmizi.mp4

Menurut Ust. Dr. Ahmad Zain an-Najah, MA

Ringkasan: Jika pihak penjamin tidak mensyaratkan denda dari keterlambatan pembayaran hutang dari pihak yang dijamin, maka hukumnya boleh. Sebaliknya, jika disyaratkan seperti itu, maka hukumnya tidak boleh, kecuali jika pihak pengguna kartu berkeyakinan penuh bahwa dia bisa melunasi hutang tersebut tepat pada waktunya, maka hal ini dibolehkan menurut sebagian ulama.

Biografi:

S3 Jurusan Syari’ah, Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Kairo, tahun 2007. Anggota komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

Referensi:

1: https://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/200/hukum-menggunakan-kartu-kredit/

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/ahmadzain.com-Hukum-Menggunakan-Kartu-Kredit.pdf

Menurut Ust. Dr. Setiawan Budi Utomo

Dalam kondisi sementara dan alasan tertentu dari kebutuhan transaksional di antaranya kepraktisan one bill statement, penggunaan kartu kredit konvensional untuk transaksi yang halal termasuk pembayaran zakat maupun biaya ibadah lainnya dengan disertai komitmen pemegangnya untuk dapat melunasi tagihan sebelum jatuh tempo agar terhindar dari pembayaran bunga tidak melanggar syariah, meskipun tetap dianjurkan untuk menggantinya dengan shariah card yang ada bila memungkinkan.

Biografi:

Penulis adalah Alumnus terbaik Fakultas Syariah Madinah Islamic University, Arab Saudi. Saat ini aktif sebagai Anggota Dewan Syariah Nasional dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Syuro Ikatan Dai Indonesia (IKADI)

Referensi:

1: https://www.dakwatuna.com/2009/08/05/3345/hukum-kartu-kredit-syariah/

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/02/dakwatuna.com-Hukum-Kartu-Kredit-Syariah.pdf

Menurut Syaikh Prof. Dr. Abdullah al-Mushlih & Syaikh Prof. Dr. Shalah ash-Shawi

Yang benar menurut kami bahwa hukumnya adalah boleh-boleh saja bagi orang yang berberat sangka bahwa ia akan mampu menunaikan hutangnya pada waktu yang diperkenankan, sehingga dengan demikian ia tidak akan terkena konsekuensi persyaratan itu, tentunya dengan mengupayakan segala cara yang bisa dilakukan untuk tujuan tersebut. Wallahu A’lam.

Referensi:

1: https://www.alsofwah.or.id/cetakekonomi.php?id=65&idjudul=1

Arsip:

1: https://islamdownload.net/wp-content/uploads/2018/03/kartu-kredit-alsofwah.or_.id_.pdf

Solusi Syari Kartu Kredit Erwandi Tarmizi Hukum Islam Kartu Debit Ust Erwandi Kartu Atm Menurut Ustadz Erwandi Saya Pengguna Kartu Kredit Bagai Mana Solusi Nya Ustad Solusi Kartu Kredit

Abu Faqih

Penuntut ilmu syar'i dari kota kembang, Bandung, Jawa Barat