Laki-Laki Yang Tidak Shalat Berjamaah di Masjid Apakah Berdosa? – Ust. Dr. Khalid Basalamah

Kisah Imam/mahmad Setiap Derajad 500 Tahun Satu Derajat Sama Dengan 500 Tahun Fadilah Shalat Tarawih Menurut Khalid Basalamah Pahala Sholat Berjamaah Jaraknya 500 Tahun

Pemateri: Ust. Dr. Khalid Basalamah

Judul: Laki-Laki yang Tidak Shalat Berjamaah di Masjid Apakah Berdosa

Transkrip Video

Kalau laki-laki shalat wajibnya lebih banyak di rumah daripada berjamaah di masjid, apakah berdosa? Ini bab shalat ini, ini bab shalat. Tanya masalah qadha dan qadar. Dan apakah berdosa dan apakah shalat wajib di rumah tetap ada dapat pahala? Lebih besar dosa tidak berjamaah atau lebih besar pahala shalat di rumah? Jadi memang ini (0:24) di antara ulama Imam Syafi’i, Imam Syafi’i r.a., beliau mengatakan shalat berjamaah di masjid hukumnya sunnah muakadah. Sunnah muakadah artinya sunnah yang sangat ditekankan. Kalau tidak ada udzur maka harus ke masjid gitu lo, kan gitu.

Cuma Imam Syafi’i tidak mengatakan berdosa, nggak dikatakan berdosa, ini pendapat beliau berpegang pada hadist riwayat Imam Mahmad yang berbunyi, shalat seseorang di antara kalian di pasar ya dan di rumahnya dibandingkan shalat di masjidnya perbandingannya 25 kali lipat. Jadi Imam Syafi’i r.a. mengatakan, di sini Nabi SAW hanya membedakan kadar pahalanya. Menurut beliau pada saat itu memang masih sangat terbatas sekali buku-buku gitu kan, Imam Syafi’i tinggal di Mesir, sementara imam-imam yang memang madzhab yang lain seperti Imam Abu Hanifah sudah meninggal sebelum beliau. Sebab Abu Hanifah lahir meninggal tahun 150 H, Imam Syafi’i lahir tahun itu.

Dan kata para ulama, imam-imam yang makin dekat dengan sahabat dan tabi’in itu sebenarnya makin dekat dengan kebenaran, lebih dekat dengan kebenaran, karena mereka lebih dekat dengan generasi yang menerima wahyu, ya kan. Beda antara kita sekarang dengan orang-orang yang hidup tahun berapa yang dekat dengan para sahabat kan beda tentunya. Artinya di sini bedanya ini karena mereka lebih dekat ya, lebih paham. Tapi bukan berarti mereka benar semua, tidak. Kalau kita temukan dalil sekarang memang lebih kuat ya kita wajar untuk mengikutinya, kan gitu.

Imam Malik meninggal tahun 179 H, dan Imam Syafi’i sempat belajar dengan beliau, gitu kan. Imam Malik dan Imam Abu Hanifah serta diikuti dengan muridnya Imam Syafi’i, namanya Imam Ahmad gitu kan yang terkenal dengan ahli hadist, mengatakan shalat berjamaah di masjid wajib bagi laki-laki, kecuali punya udzur syar’i. Artinya kalau tidak shalat berjamaah di masjid dosa. Mereka berpegang pada hadist Nabi SAW yang syar’i riwayat Imam Muslim, saya pingin sekali kata Nabi ada yang menggantikan saya menjadi imam kemudian di iqamahkan shalat, lalu ada yang gantikan saya jadi imam, kemudian saya membawa kayu bakar dan membakar rumah-rumah laki-laki yang tidak pergi shalat berjamaah di masjid.

Setiap dalil syar’i, dalil agama, yang diikuti dengan ancaman yang tegas, dilaknat, Allah murka, masuk neraka gitu kan. Seperti ini Nabi bilang, saya akan bakar rumahnya. Itu berarti dosa besar, kan gitu. Itu berarti dosa besar. Makanya jumhur ulama mengatakan dosa besar kalau dia tidak shalat tanpa udzur ya ke masjid. Tentu saja kita di sini tidak memaksakan pendapat, tapi kalau saya pribadi Allahu a’lam, saya menyarankan agar shalat di masjid, hanya ke masjid hitungan menit dalam pahala. Setiap ke masjid dapat satu istna adi surga, bukan di Menteng. Ini bukan di Kemang, bukan apartemen di Kalibata City. Kita dikasih satu tingkat apartemen, 10 apartemen aja sudah bangganya luar biasa gitu. Dikasih istana di surga, hanya ke masjid turun sebentar, kunci apartemennya, turun sebentar ke sini. Habis shalat kembali lagi, makan, minum, tidur, silakan, dapat satu istana di surga. Pulang ni ni turun dari sana turun ke sini istana, balik lagi ke sana istana lagi. Ngapain nggak shalat di masjid coba, kan gitu. Belum lagi pahalanya 25 kali lipat, 27 derajat.

Kata Nabi SAW, shalat sendiri dibandingkan dengan shalat berjamaah perbandingannya 27 derajat. Kata Abdullah bin Abbas, 1 derajat ke derajat di atasnya yang 27 itu jaraknya 500 tahun. Artinya apa? Shalat sendiri dengan berjamaah bedanya 12 ribu tahun. Derajatnya di surga ini. Ngapain? Hanya karena malas melangkah ke masjid. Kecuali memang antum sakit, ya lain ada udzur ya. Dan luar biasanya ni ada hadist yang lebih mulia. Saya selalu iming-imingkan diri saya ya, saya selalu apa ngiang-ngiangkan dalam benak saya hadist ini gitu. Kata Nabi SAW, siapa yang terbiasa melakukan sebuah perbuatan pada saat dia lagi dalam keadaan sehat, lagi dalam kayak gini ni kita hadir di majelis ilmu, kalau puasa senin kami, shalat berjamaah di masjid, maka Allah akan memberikan dia pahala ibadah itu pada saat dia ada udzur. Misal tiba-tiba orang gila, selama dia belum meninggal pahala shalat jamaahnya ada terus tu, pahala puasa senin kamis terus jalan. Musafir, tetap dapat walaupun dia tidak puasa senin kamis, dapat pahala senin kamis karena dia biasa mengerjakan pada saat dia lagi tenang. Enak sekali itu.

Kalau kita di kantor gitu kan, ini biasanya kalau teman-teman dikasih contoh kantor dan gaji cepat paham gitu. Jadi kalau kita di kantor, kata atasan kita, pokoknya kalau kamu kerjakan pekerjaan ini misalnya gitu kan, berapa hari saja, walaupun nanti kamu cuti, kamu libur, gaji kamu, bonus, kau semua saya kasih. Pasti orang akan berlomba-lomba gitu kan. Jadi shalat di masjid, ngapain shalat-. Tapi kita tidak mengatakan itu dosa ya, karena masih ada pendapat Imam Syafi’i r.a. yang mengatakan bahwa itu sunnah muakadah. tentu saja lebih besar pahalanya. Tadi pertanyaannya, mana lebih besar pahalanya? Itu lebih besar pahala orang shalat di masjid.

 

Hukum Cwo Yg Solat Dirumah Hukum Laki Laki Sholat Dirumah Menurut Khalid Basalamah Apakah Ada Qodo Shalat Kata Imam Syafii Tentang Sholat Di Rumah Hukum Shalat Di Rumah Bagi Laki Laki

Abu Faqih

Penuntut ilmu syar'i dari kota kembang, Bandung, Jawa Barat