Malam Pertama Dalam Islam

Doa Pengantin Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah Al Mushannaf Doa Awal Nikah

Islam adalah agama yang sangat lengkap, sangat paripurna, sangat sempurna. Semua hal yang berkaitan dengan kehidupan pasti ada tuntunan Islam di dalamnya. Mulai dari yang terlihat kecil seperti bersuci setelah kencing atau buang air besar, hingga pemerintahan, peperangan, pernikahan, hubungan sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya.

Akan tetapi ternyata ada satu hal yang diatur dalam Islam yang kurang mendapat perhatian sehingga seakan-akan tidak ada tuntunannya, yakni adab malam pertama dalam Islam. Padahal ilmu ini penting untuk diketahui, sebab dengan menjalankan malam pertama di bawah tuntunan Islam maka insyaaAllah malam-malam selanjutnya dan pernikahan pada umumnya akan mendapat berkah (kebaikan) disebabkan menjalankan sunnah Nabi sejak awal.

Nah, bagaimana sebenarnya tuntunan malam pertama dalam Islam tersebut? Berikut penjelasannya:

Adab-adab Malam Pertama

Ada beberapa adab yang perlu diperhatikan dalam menjalankan malam pertama, di antaranya:

Shalat Dua Raka’at dan Memohon Kebaikan Kepada Allah

Sebelum memulai kegiatan yang umumnya dilakukan sepasang pengantin baru di malam pertama, sudah selayaknya untuk shalat dua raka’at dan berdo’a meminta kebaikan kepada Allah Ta’ala, supaya keberkahan itu datang. Hal ini seperti diajarkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah kepada sahabat Abu Sa’id dalam sebuah hadits,

إذا دخل عليك أهلك فصل ركعتين ثم سل الله من خير ما دخل عليك وتعوذ به من شره ثم شأنك وشأن أهلك

“Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua salat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua.” (HR. Ibnu Abi Syaibah Al-Mushannaf no. 29733 dan dishahihkan Al-Albani)

Bagaimana lafadz do’a yang bisa kita panjatkan kepada Allah di malam pertama tersebut? Berikut text do’a yang diajarkan oleh Ibnu Mas’ud kepada Abu Hariz yang bertanya tentang do’a di malam pertama,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.”(Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf no. 17156 dan dishahihkan Al-Albani).

Ada juga do’a lainnya yang diajarkan oleh Nabi Shallalllahu ‘Alaihi wa Sallam, yakni,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa (HR. Bukhari dalam Af’al al-Ibad Hal. 77, Abu Daud 1:336, Ibn Majah 1:592, Hakim 1:185, dan dihasankan Al-Albani)

Do’a sifatnya bebas, akan tetapi tentu do’a yang dicontohkan oleh Nabi lebih layak untuk menjadi rujukan dan dihafalkan.

Tata Cara Shalat Dua Raka’at di Malam Pertama

Untuk melakukan shalat dua raka’at di malam pertama, sejatinya tidak ada tuntunan tertentu, tidak ada do’a khusus atau bacaan khusus yang perlu dilakukan. Caranya mudah saja, yakni

  • Cara shalat sama dengan shalat sunnah dua raka’at pada umumnya
  • Suami boleh menjadi imam bagi sang istri
  • Bacaan dalam sholat boleh untuk dikeraskan
  • Tidak ada ayat tertentu yang harus dibaca
  • Tidak ada surat tertentu yang harus dibaca
  • Tidak ada do’a tertentu yang harus dibaca

Sangat mudah dilakukan. Yang patut menjadi catatan, shalat ini hukumnya sunnah dan tidak wajib dilakukan. Akan tetapi tentu sebaiknya tidak dilewatkan karena setiap perbuatan ibadah akan memberi nilai pahala dan membawa keberkahan tersendiri bagi hidup kita. Bukankah kita ingin agar kehidupan pernikahan kita menjadi penuh berkah?

Mengulangi Kegiatan di Malam Pertama

Setelah kegiatan malam pertama, jika pasangan suami istri masih belum puas, dibolehkan mengulangi kegiatan utama di malam tersebut sehingga menjadi dua atau tiga kali (atau lebih jika kuat). Dalam keadaan seperti itu, disunnahkan untuk melakukan wudhu sebelum mengulangi setiap ulangan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu’ terlebih dahulu.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28), dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu]

Selamat mempraktekkan, semoga Allah berikan keberkahan kepada Anda dan suami/istri Anda.

Referensi

https://konsultasisyariah.com/8726-sebelum-malam-pertama.html

https://konsultasisyariah.com/10007-doa-malam-pertama.html

https://muslimah.or.id/7037-shalat-sunnah-dua-rakaat-di-malam-pertama-pengantin-baru.html

http://www.binbaz.org.sa/node/15590

http://almanhaj.or.id/content/3228/slash/0/malam-pertama-dan-adab-bersenggama/

Abu Faqih

Penuntut ilmu syar'i dari kota kembang, Bandung, Jawa Barat