Keutamaan dan Tata Cara Shalawat untuk Nabi -shallallahu alaihi wasallam- (Bag. 1 dari 5 tulisan)

To Search Type And Hit Enter Murottal Files.islamdownload.net Aaaaaaaa Sholawat Murottal Dan Terjemahan

Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta yang Maha Pengasih lagi Penyayang, sang Penguasa hari pembalasan. Ya Allah, anugerahkanlah shalawat teruntuk Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah menganugerahkan shalawat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau sejatinya Maha Terpuji lagi Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau sejatinya Maha Terpuji lagi Mulia. Ya Allah, ridhailah para sahabat yang mulia dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Nikmat Allah kepada para hamba-Nya begitu banyak. Nikmat teragung yang Allah anugerahkan untuk dua makhluk yang diberikan beban ibadah, yaitu jin dan manusia adalah diutusnya seorang hamba, Rasul sekaligus kekasih-Nya untuk mereka yang merupakan manusia terbaik yaitu Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan tujuan agar Allah, dengan keberadaan sang rasul, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari buruknya penghambaan terhadap makhluk menuju mulianya penghambaan terhadap Allah.ย Sang nabi memberi petunjuk kepada manusia menuju jalan keselamatan dan kebahagiaan, mewanti-wanti mereka tentang jalan-jalan menuju bencana dan kesengsaraan.

Allah menyebutkan tentang nikmat agung dan anugerah besar ini dalam kitab-Nya yang mulia:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฅูุฐู’ ุจูŽุนูŽุซูŽ ูููŠู‡ูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชู’ู„ููˆ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽูŠูุฒูŽูƒู‘ููŠู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ูู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ู„ูŽูููŠ ุถูŽู„ุงู„ู ู…ูุจููŠู†ู

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman yaitu ketika Allah mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah). Sesungguhnya sebelum itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Qs. Ali Imran: 164)

Allah juga berfirman:

ู‡ููˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุฏููŠู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุดูŽู‡ููŠุฏุงู‹

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkannya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dengan sempurna dan paripurna, telah menyampaikan risalah Islam, menunaikan amanat Rabb-Nya dan menasehati umatnya. Beliau shallallahu alaihi wasallam memberi kabar gembira (tentang Surga), mewanti-wanti (tentang Neraka), mengarahkan mereka ke setiap kebaikan dan menasehatkan setiap keburukan.

Allah menurunkan sebuah ayat untuk beliau saat berdiri di ‘Arafah, beberapa waktu sebelum wafatnya:

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ูŽ ุฏููŠู†ุงู‹

“Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agama kalian teruntuk kalian dan Aku cukupkan Nikmat-Ku. Dan Aku telah ridhai Islam sebagai agama buat kalian. (QS al-Maidah: 3)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah berada pada puncak semangat dalam membahagiakan umat, seperti apa yang difirmankan Allah tentang sifat beliau yang Allah cintai:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชู‘ูู…ู’ ุญูŽุฑููŠุตูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฑูŽุคููˆููŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. at-Taubah: 128)

Apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berupa penyampaian risalah, amanah dan nasehat kepada umat sejatinya adalah hak umat atas beliau shallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ุง ุงู„ู’ุจูŽู„ุงุบู ุงู„ู’ู…ูุจููŠู†ู

“Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS an-Nur: 54)

Allah juga berfirman:

ููŽู‡ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูุณูู„ู ุฅูู„ุง ุงู„ู’ุจูŽู„ุงุบู ุงู„ู’ู…ูุจููŠู†ู

“Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS an-Nahl: 35)

Imam al-Bukhariy, dalam Shahihnya, meriwayatkan dari az-Zuhriy yang berkata:

ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุณุงู„ุฉ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุงู„ุจู„ุงุบ ูˆุนู„ูŠู†ุง ุงู„ุชุณู„ูŠู…

“Risalah datangnya dari Allah, kewajiban para rasul menyampaikannya dan tugas kita adalah tunduk.”

Di antara ciri kebahagiaan seorang muslim adalah ketundukan dan kepatuhannya terhadap apa yang dibawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, seperti apa yang Allah firmankan:

ููŽู„ุง ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูŽูƒู‘ูู…ููˆูƒูŽ ูููŠู…ูŽุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ุง ูŠูŽุฌูุฏููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌุงู‹ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹

“Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad), mereka (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS an-Nisa: 65)

Allah juga berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑุงู‹ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุตู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ู‘ูŽ ุถูŽู„ุงู„ุงู‹ ู…ูุจููŠู†ุงู‹

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS al-Ahzab: 36)

Allah berfirman:

ู„ุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ููˆุง ุฏูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุฏูุนูŽุงุกู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถุงู‹ ู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุณูŽู„ู‘ูŽู„ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู„ููˆูŽุงุฐุงู‹ ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ุฐูŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ููููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ

“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. an-Nur: 63)

Ibadah kepada Allah diterima dan bernilai manfaat di sisi Allah jika mengandung dua asas pokok:

Asas pertamaย 

Ibadah tersebut dilakukan dengan ikhlas dan tidak mengandung kesyirikan. Sebagaimana Allah tak memiliki sekutu dalam kekuasaan, begitu juga Allah tak memiliki sekutu dalam peribadatan yang dipersembahkan kepadanya.

Allah berfirman:

ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ุง ุชูŽุฏู’ุนููˆ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏุงู‹

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah maka janganlah kalian menyembah seorang pun (di dalamnya) di samping (menyembah) Allah.” (QS al-Jin: 18)

Allah juga berfirman:

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ ูˆูŽู…ูŽุญู’ูŠูŽุงูŠูŽ ูˆูŽู…ูŽู…ูŽุงุชููŠ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

“Katakanlah (wahai Muhammad): sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (QS. al-An’am: 162)

Asas Kedua

Ibadah mesti selaras dengan syariat yang dibawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ini sebagaimana firman Allah:

ูˆูŽู…ูŽุง ุขุชูŽุงูƒูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ููŽุฎูุฐููˆู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆุง

“Apa yang dibawa oleh Rasul maka ikutilah dan apa yang dilarang Rasul maka berhentilah.” (QS al-Hasyr: 7)

Allah juga berfirman:

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…

“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika memang kamu benar-benar mencintai Allah, maka turutkanlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampunimu.’ Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyanyang.” (QS Ali Imran: 31)

Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ย ู…ู† ุฃุญุฏุซ ููŠ ุฃู…ุฑู†ุง ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ูู‡ูˆ ุฑุฏ

“Siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang bukan bagian dari agama maka ia tertolak.” (HR Bukhariy dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู‡ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏ

“Siapa yang mengamalkan sebuah amal yang tidak berlandaskan dalam ajaran kami maka ia tertolak.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:

ุนู„ูŠูƒู… ุจุณู†ุชูŠ ูˆุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† ุงู„ู…ู‡ุฏูŠูŠู† ู…ู† ุจุนุฏูŠ ุนุถูˆุง ุนู„ูŠู‡ุง ุจุงู„ู†ูˆุงุฌุฐ ูˆุฅูŠุงูƒู… ูˆู…ุญุฏุซุงุช ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูุฅู† ูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ

“Kalian mesti berpegang teguh dengan sunnakhku dan sunnah al-khulafa’ ar-rasyidin setelahku. Gigitlah sunnahku dengan gigi geraham. Jauhilah hal-hal baru (dalam menjalankan agama) karena setiap hal yang diadakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”ย (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi. At-Tirmidziy berkata ‘hadits ini hasan shahih)

Setelah nikmat Allah untuk orang-orang beriman begitu agung, berupa diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Allah lalu memerintahkan dalam al-Qur’an kepada orang beriman agar bershalawat dan memberikan salam untuk beliau shallallahu alaihi wasallam. Ini setelah Allah mengabarkan kepada orang beriman bahwa para malaikat bershalawat kepada beliau shallallahu alaihi wasallam.

Allah berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ุงู‹

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.โ€ (QS al-Ahzab: 56)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun, dalam as-sunnah, telah menjelaskan keutamaan, tata cara dan hukum-hukum yang terkait dengan shalawat.
_
Bersambung. . .

___
Diterjemahkan dari www.saaid.net

Penyusun: Syaikh Abdul Muhsin al-Hamad al-‘Abbad

Penerjemah: Yani Fahriansyah

Shalawat Shalawat Mustafa Mp3 Surat Pengusiran Roh Jahat Murotal Yasin Anak Tata Cara Khotib Idhul Adha

Yani Fahriansyah, S.Pd

Lulusan S-1 Pendidikan Matematika (FKIP) Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Aktif belajar bahasa Arab semasa kuliah Pend. Matematika di Mataram. Kini menempuh kuliah di Jami'ah al-Imam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, cabang Jakarta (LIPIA). Tercatat sebagai salah satu kontributor di muslim.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *