Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 21

Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 21 Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 21 Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 21 Tafsir Al Baqarah Ayat 21 Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 21

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

(QS. AL-BAQOROH : 21)

TAFSIR SURAT AL-BAQOROH AYAT 21

Alqomah dan mujahid berkata “setiap ayat yang awalnya “يا أيها الناس” maka ayat tersebut diturunkan di Mekah, dan setiap ayat yang diawali dengan kalimat “يا أيها الذين آمنوا”  maka ayat tersebut diturunkan di Madinah.

Alqurtubi membantah pendapat ini dengan mengatakan bahwa dalam surat Al-Baqoroh dan surat An-Nisa ada ayat yang diawali dengan kalimat “يا أيها الناس” padahal dua surat ini merupakan surat yang diturunkan di Madinah. Adapun pendapat mereka tentang يا أيها الذين آمنوا  maka hal itu shohih.

‘Urwah bi az-Zubair berkata, tidak ada satu aturan atau kewajiban pun yang ada dalam alquran kecuali diturunkan di Madinah, dan adapun surat-surat yang menyebutkan tentang kisah-kisah umat terdahulu dan tentang azab nya kecuali diturunkan di Mekah”

Dalam ayat ini menyeru dengan kalimat “يا أيها الناس” “wahai manusia”.

Para ulama berbeda pendepat mengenai makna kalimat ini menjadi dua pendapat.

Pertama, yang Allah seru dalam ayat ini adalah orang-orang kafir yang tidak menyembah-Nya. Hal ini ditunjukan oleh ayat-ayat berikutnya yaitu :

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar

(QS. Al-Baqoroh : 23)

berdasarkan ayatt di atas Jelaslah bahwa yang dimaksud oleh Allah dalam seruan-Nya adalah orang-orang kafir.

Kedua, yang dimaksud dalam seruan Allah pada ayat ini adalah umum untuk seluruh manusia, maka jadilah makna seruannya sebagai perintah mendawamkan ibadah bagi orang-orang mukmin dan perintah untuk memulai ibadah untuk orang-orang kafir. Dan pendapat ini sangat bagus.

Allah meyuruh manusia untuk beribadah kepadanya, dan yang dimaksud dengan ibadah dalam ayat ini adalah Tauhid dan berpegang teguh pada syariat agama Allah.

Pokok dari ibadah adalah ketundukan dan kepatuhan kepada yang diibadahi.

Ibnu tayimiyah mengatakan bahwa ibadah adalah satu nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridoi-Nya baik ucapan, perbuatan. Baik yang dzohir ataupun yang tersembunyi.

Dalam ayat ini juga Allah menegaskan ke-uluhiyahan-Nya sehingga hanya Dia-lah satu-satu yang berhak mendapat penyembahan seluruh makhluk. Selain itu juga Allah mempertegas ke-rububiyahan-Nya, yaitu bahwa Dia-lah yang telah menciptakan seluruh makhluk, tidak ada yang mampu menciptakan sesuatu dari ketidak adaan menjadi ada kecuali Allah ‘azza wa jalla.

Dengan demikian jelaslah salah satu alasan kuat kenapa Allah memerintahkan seluruh manusia untuk beribadah kepada-Nya, yaitu karena Dia-lah yang menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka. Dan tujuan dari penciptaan ini tiada lain adalah penyembahan total dari yang dicipta kepada Sang Pencipta, sebagaimana firman-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

(QS. Adz-Dzariyat : 56)

Adapun tujuan pelaksanaan ibadah untuk manusia adalah supaya mereka menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Maksudnya, dengan melaksanakan ketauhidan dan segala konsekwensinya serta berpegang teguh terhadap syariat-syariat agama, maka akan membuat diri menjadi takut kepada Allah ta’la dan membuat adanya penghalang yang menjaga anatara dirinya dengan neraka Allah.

Ketaqwaan adalah sesuatu yang dijadikan sebagai alat ukur kemuliaan manusia di hadapan Allah, semakin kuat manusia melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka semakin besar ketakwaannya dan semakin mulia kedudukannya dihadapan Allah ta’ala.

Wallohu a’lam

Tafsir Surat Albaqarah Ayat 21 Penjelasan Surat Al Baqarah Ayat 21 Tafsiran Surah Al Baqarah Ayat 21 Tafsir Albaqarah Ayat 21 Tafsir Albaqoroh 21

Uus Suhendrik, Lc

Ust. Uus Suhendrik, Lc, alumnus fakultas syari’ah Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud cabang Jakarta (LIPIA) tahun 2013-2014