Tafsir Surat Al-Baqoroh Ayat 4

Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 4 Isi Kandungan Al Baqarah Ayat 4 Kandungan Al Baqarah Ayat 4 Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 4 Al Baqarah Ayat 4

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

“dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”

(QS. AL-BAOROH AYAT 4)

TAFSIR SURAT AL-BAQOROH AYAT 4

Ayat ini masih merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya tentang orang-orang yang bertaqwa. Allah ta’ala merinci beberapa karakteristik lain tentang orang-orang yang bertaqwa tersebut dalam ayat ini, diantaranya :

Pertama, beriman kepada Kitab (Al Quran) dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Alquran.

Ibnu Abbas mengatakan, maksud dari ayat ini adalah “mereka membenarkan apa yang engkau bawa (Muhammad) dari Allah ta’ala dan apa yang dibawa oleh para Rosul sebelum dirimu. Mereka sama sekali tidak membedakan antara para Rosul tersebut serta tidak ingkar terhadap apa yang mereka bawa dari Rabb mereka. Dan mereka yakin akan adanya kebangkitan, kiamat,surge, neraka, perhitungan, dan timbangan.”

Kedua, meyakini adanya hari akhir.

Dinamai hari akhir (akhirat), karena ia ada setelah dunia. Yang meliputi masa setelah selesainya kehidupan dunia, mulai dari hari kebangkitan, mahsyar, hisab, mizan, shirot, surge dan neraka.

Para ulama berbeda pendapat tentang siapa orang-orang disifati dalam ayat ini. Setidaknya terdapat tiga pendapat dalam masalah ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir :

Pertama, orang-orang yang disifati Allah dalam ayat keempat surat Al-Baqoroh ini adalah mereka yang disifati dalam ayat sebelumnya, yaitu seluruh orang-orang yang beriman, baik dari orang arab, ahlu kitab dan yang lainnya.

Pendapat ini dikemukakan oleh Mujahid, Abu al-Aliyah,Ar-Rabi’ bin Anas, dan Qotadah.

Kedua, mereka itu adalah satu yakni orang-orang yang beriman dari kalangan ahlu kitab.

Ketiga, mereka yang disifati di ayat sebelumnya adalah orang-orang arab dan yang disifati dalam ayat ini adalah orang beriman dari kalangan ahlu kitab.

Pendapat ini dikemukakan oleh As-Suddi dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud dan beberapa sahabat dan dipilih juga oleh Ibnu Jarir, berdasarkan firman Allah pada ayat yang lain :

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah

(QS. Ali Imron :199)

Dan firman-Nya :

الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ – وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آَمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ – أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).   Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.”

(QS. Al-Qosos :52-54)

Dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Abi Musa, bahwasanya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثلاثة يؤتون أجرهم مرتين : رجل من أهل الكتاب آمن بنبيه وآمن بي ، ورجل مملوك أدى حق الله وحق مواليه ، ورجل أدب جاريته فأحسن تأديبها ثم أعتقها وتزوجه

“ada tiga orang yang akan mendapat pahala dua kali : pertama seorang lelaki ahlu kitab yang beriman kepada Nabinya dan kepadaku, kedua seorang hamba sahaya yang memenuhi hak Allah dan hak tuannya, dan ketiga seorang laki-laki yang mengurus budak perempuannya dengan sebaik-baik pengurusan lalu kemudian dia memerdekakannya dan menikahinya”

(HR. BUKHORI-MUSLIM)

Ibnu katsir mengatakan, pendapat yang benar dari tiga pendapat diatas adalah pendapat Mujahid yang mengatakan bahwa empat ayat pertama dari surat Al-baqoroh menyifati orang-orang yang beriman, dan dua ayat berikutnya (enam dan tujuh) menyifati orang-orang kafir, dan tiga belas ayat setelahnya menyifati orang-orang munafik.

Keempat ayat awal itu menyifati orang-orang beriman secara umum baik orang-orang beriman dari kalangan bangsa arab maupun selainnya dari kalangan ahli  kitab baik umat manusia dan jin. Salah satu sifat ini tidak akan bisa sempurna tanpa ada sifat-sifat yang lainnya. Bahkan masing-masing sifat saling menuntut adanya sifat yang lainnya. Dengan demikian, iman kepada yang ghaib, shalat dan zakat tidak shohih kecuali jika ada keimanan kepada apa yang dibawa oleh rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam, juga apa yang dibawa oleh para Rosul sebelumnya serta keyakinan akan adanya kehidupan akhirat. Dan Allah juga telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memenuhi hal tersebut melalui firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

(QS. An-nisa : 136)

Dan Allah telah menyebutkan tentang orang-orang yang beriman secara umum kesuluruhan yang memenuhi semuanya itu melalui firman-Nya :

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya

(QS. Al-Baqoroh : 285)

Dan masih banyak ayat-ayat lain yang memerintahkan supaya beriman kepada Allah, rosul-rosul-Nya, dan kitab-kitab-Nya, khususnya orang mukmin dari kalangan ahlu kitab karena mereka beriman kepada apa yang ada ditangan mereka secara terperinci. Maka jika mereka masuk islam dan beriman kepadanya secara terperinci, mereka akan mendapatkan pahala dua kali.

Wallohu a’lam

Kandungan Surah Al Baqarah Ayat 4 Isi Kandungan Surah Al Baqarah Ayat 4 Makna Surat Al Baqarah Ayat 4 Maksud Dari Surat Al Baqarah Ayat 4 Surat Al Baqarah Ayat 4

Uus Suhendrik, Lc

Ust. Uus Suhendrik, Lc, alumnus fakultas syari’ah Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud cabang Jakarta (LIPIA) tahun 2013-2014