Bacaan Do’a Setelah Sholat Lafadz dan Terjemahnya

Sunan At Tirmidzi No.3499 Doa Sesudah Sollat Lafadz Bacaan Shalat Terjemah Bacaan Sholat Lima Waktu Buku Tuntunan Sholat Allahumma Antassalam

Seorang muslim diwajibkan untuk melaksanakan sholat wajib sehari lima kali. dalam kesempatan itu ia berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan merasakan dirinya berdiri di hadapan Rab pemilik semesta alam. Ataupun kalau tidak merasa dirinya sedang berada di hadapanNya, dia merasa bahwa Allah sedang melihatnya. Inilah yang dinamakan dengan tingkatan ihsan. Selain berkomunikasi dalam sholatnya, bisa juga dengan cara memanjatkan doa setelah selesai sholat.

Doa Yang Dibaca Setelah Sholat

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, waktu setelah sholat wajib adalah saat yang mustajab dikabulkannya doa. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk menyiapkan doa terbaiknya untuk meminta hajat serta kebutuhannya kepada Allah Azza wa Jalla.

Dalam sebuah hadits dari sahabat Abu Umamah al-Bahili berkata, disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya;

عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: قيل يا رسول الله أيُّ الدعاء أَسْمَعُ؟ قال: ” جوف الليل الآخر، ودُبر الصلوات المكتوبات

“Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar oleh Allah Ta’ala?” maka Rasulpun menjawab,”Doa yang dipanjatkan di gelapnya malam dan setelah sholat lima waktu.” (HR Tirmidziy no. 3499 dengan sanad yang bagus, dan dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2782)

Begitu juga nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepada sahabat Muadz bin Jabal agar bedoa di setiap “dubur” sholat dengan doa sebagai berikut ;

 اللَّهمَّ أعِنِّي على ذِكْرِك وشُكرِك وحُسنِ عبادتك

ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIKA

Artinya : Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingatMu (berdzikir), bersyukur kepadaMu, dan beribadah yang baik kepadaMU. (HR Ahmad dalam Musnad, Abu Dawud dalam sunannya no. 1522, Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2020, dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1347)

Makna Doa

Pada awal doa ini seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah agar dapat senantiasa mengingatNya, karena itulah sebaik-baik amalan. Selalu mengingat Allah atau berdzikir dalam keadaan apapun dan dimanapun. Senada dengan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam;

“Maukah aku kabarkan dengan sebaik-baik amalan, yang paling suci di sisi Raja kalian (Allah, pent), dan paling tinggi mengangkat derajat kalian, dan lebih baik dibanding berinfak emas dan perak, serta lebih baik dibanding kalian bertemu musuh, kalian memukul lehernya dan mereka memukul leher kalian?” para sahabat menjawab,”Tentu wahai Rasulullah. “Berdzikir meningat Allah Ta’ala.” (HR Ahmad, tirmidzi, Ibnu majah, dan Hakim, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih Tirmidzi no. 2688)

Dzikir yang dimaksud mencakup membaca al-Qur’an, membaca kalimat tahlil, tasbih, istighfar, dan shalawat kepada nabi, serta dengan berdoa.

Yang kedua adalah meminta tolong untuk bersyukur kepadaNya. Yaitu mensyukuri setiap nikmat yang nampak maupun yang tidak, dimana nikmat itu tidak terhitung jumlahnya. Dan mengerjakan konsekuensi dari rasa syukur itu, yaitu dengan beramal sholeh ataupun mengucapkan melalui lisannya kalimat syukur. Memuji Allah dan menceritakan nikmat yang Allah berikan. Dan bentuk syukur yang paling utama adalah dengan bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Yang ketiga adalah meminta agar dapat menjalankan ibadah dengan baik. Yaitu menjalankan ibadah dalam bentuk yang sempurna. Melengkapi syarat, rukun, wajib maupun sunah dalam ibadah. Dan dengan ikhlas melaksanakannya hanya untuk Allah ta’ala serta mengikuti petunjuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Waktu Pembacaan Doa

Sedangkan yang dimaksud dengan “dubur” sholat pada momen pembacaan doa di atas memiki dua arti, yaitu sebelum salam dan setelah salam. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah mengatakan,”Dahulu guru kami yaitu Ibnu Taimiyah menguatkan momen pembacaan doa sebelum salam, kemudian aku teliti kembali. Menjadi jelaslah bahwa “dubur” segala seuatu adalah yang berada di paling belakang seperti “dubur” hewan-hewan.” [Zaadul Ma’ad 1/305]

Namun perlu diperhatikan, setelah selesai sholat lebih afdhal bagi kita untuk berdzikir kepada Allah sesuai tuntunan Rasulullah :

a.       Membaca istighfar 3 kali.

b.      kemudian membaca doa

اللّهُـمَّ أَنْـتَ السَّلامُ ، وَمِـنْكَ السَّلام ، تَبارَكْتَ يا ذا الجَـلالِ وَالإِكْـرام. لا إلهَ إلاّ اللّهُ وحدَهُ لا شريكَ لهُ، لهُ المُـلْكُ ولهُ الحَمْد، وهوَ على كلّ شَيءٍ قَدير، اللّهُـمَّ لا مانِعَ لِما أَعْطَـيْت، وَلا مُعْطِـيَ لِما مَنَـعْت، وَلا يَنْفَـعُ ذا الجَـدِّ مِنْـكَ الجَـد

ALLAHUMMA ANTAS SALAM WA MINKAS SALAM TABARAKTA YA DZAL JALALI WAL IKROM. LAA ILAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR. ALLAAHUMMA LAA MANI’A LIMAA A’THOITA WA LAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WA LAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADD.

c.       Bertasbih (33x), Bertahmid (33x), Bertakbir (33x) digenapkan dengan membaca

لا إلهَ إلاّ اللّهُ وحدَهُ لا شريكَ لهُ، لهُ المُـلْكُ ولهُ الحَمْد، وهوَ على كلّ شَيءٍ قَدير

LAA ILAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR

d.      Membaca ayat kursi, al-ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas

Doa Lain Yang Dibaca

Setelah berdzikir maka boleh untuk membaca doa selain doa-doa di atas, silakan Anda untuk berdoa dengan doa apa saja yang berasal dari al-Qur’an ataupun sunah nabi yang shahih untuk meminta kebutuhan kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman;

(60) وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaku niscaya akan aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari berdoa kepadaKu akan masuk neraka Jahannam dengan cara hina dina.” (QS Ghafir : 60)

Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan doa Anda. Serta cari waktu-waktu yang sudah dijelaskan oleh Rasulullah sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa kita tidak menjadikan berdoa setelah selesai sholat ini sebagai kewajiban atau keharusan. Hanya disaat kita memang sedang butuh untuk berdoa saja.

Doa Sollat Doa Sollat Jenazah Dzikir

Djati Purnomo

Alumni Pondok Pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga. Saat ini sedang menempuh pendidikan di jurusan Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam) STDI Imam Syafi'i, Jember. Aktif menulis di buletin kampus dan blog pribadi.