Bacaan Do’a Mandi Wajib dan Artinya

Do Do Doa Junub Do Doa Membersihkan Badan

Sebagai umat muslim, kita diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam untuk selalu menjaga kebersihan. Baik itu kebersihan badan, pakaian, maupun tempat. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan badan adalah dengan cara mandi. Namun tahukah kalau para ulama membagi mandi menjadi dua macam?

Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut :

  1. Mandi biasa

Yaitu kegiatan mandi yang kita lakukan minimal dua kali sehari pada pagi dan sore. Dengan tujuan untuk membersihkan badan yang kotor karena kegiatan sehari-hari, atau karena ingin mendinginkan tubuh disebabkan cuaca yang amat panas, atau menghilangkan keringat yang menempel di badan. Mandi yang seperti ini dihukumi menjadi mandi mubah atau boleh. Tidak ada tatacara khusus dan bacaan doa khususnya. Boleh dilakukan kapan saja baik pagi, siang, sore ataupun malam hari. Yang penting badan menjadi bersih dan segar.

  1. Mandi Janabah /Junub /Wajib

Yang kedua adalah mandi wajib atau lebih dikenal juga dengan mandi junub atau mandi besar. Yaitu mandi untuk menghilangkan hadats besar dengan tatacara tertentu yang diajarkan oleh baginda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada batasan minimal dimana mandi junub tersebut dikatakan sah dilakukan. Dan akan kita bahas dalam tata cara mandi wajib di bawah ini.

Imam Nawawi rahimahullah,  salah satu ulama terkenal dalam madzhab Syafi’i mengatakan dalam kitab Al-Majmu’,”Janabah (junub) dalam syariat adalah dikatakan kepada orang yang mengeluarkan air mani, atau orang yang selesai berhubungan badan.”

Jadi orang yang telah mengeluarkan mani atau berhubungan badan dinamakan sebagai orang yang junub. Dan maknanya orang tersebut dilarang untuk mendekati shalat, masuk masjid dan membaca al-Qur’an, karena arti dari kata junub sendiri secara bahasa adalah menjauhi.

Apa saja yang menyebabkan mandi wajib?

Paling tidak ada lima keadaan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan mandi wajib, dikarenakan keluarnya mani baik karena mimpi basah ataupun berhubungan badan. Ditambah dengan selesai haidh atau nifas, meninggal dan baru masuk Islam. Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Mimpi basah

Mimpi basah menjadi tanda seseorang telah mencapai usia baligh. Apabila menjumpai adanya cairan pada kemaluan, bisa jadi itu mani, madzi, ataupun wadhi. Adapun ciri-ciri mani adalah 1) Berwarnah putih pekat dan kental, 2) Memiliki bau yang khas sama dengan bau telur yang sudah kering atau seperti adonan roti basah, 3) Saat keluar akan memancar, 4) Mengakibatkan badan lemas dan terasa nikmat saat keluar. Jika ada ciri-ciri tersebut pada cairan di kemaluan, maka bisa dipastikan itu adalah mani. Selain laki-laki, wanita juga mengeluarkan mani. Ketika seseorang mendapati cairan ini di kemaluannya, atau di pakaiannya maka ia wajib untuk mandi.

  1. Berhubungan badan walaupun tidak keluar mani

Ketika kemaluan laki-laki dan wanita bertemu, walapun tidak mengeluarkan mani maka sudah wajib untuk mandi. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radiyallahu ‘anha berikut ini;

“Seorang lelaki berkata kepada Rasulullah menceritakan seorang lelaki yang menggauli istrinya namun tidak mengeluarkan air mani. Apakah keduanya wajib untuk mandi? Sedangkan Aisyah saat itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah mengatakan,”Aku pernah berhubungan badan dengan wanita ini (Aisyah, pent) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR Muslim no. 350)

  1. Selesai dari haidh atau nifas

Ketika wanita selesai dari masa haidhnya dan itu ditandai dengan tidak ada lagi darah haidh yan keluar, maka ia wajib untuk mandi. Begitu juga wanita yang selesai dari nifasnya.  Yang menjadi dasar adalah sebuah hadits dari Aisyah Radiyallahu’anha ia mengatakan kepada Fathimah binti Abi Hubaiys :

“Jika kamu sedang haidh maka tinggalkanlah sholat. Apabila darah haidhnya sudah berhenti, maka segeralah mandi dan mengerjakan shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan kewajiban bagi wanita yang selesai nifas untuk mandi wajib, itu adalah ijma’ (kesepakatan) para ulama.

  1. Meninggal

Ketika seorang muslim meninggal, maka keluarganya atau kaum muslimin yang ada disekitarnya wajib untuk memandikan. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dalam kejadian di padang Arafah ketika ada banyak orang yang meninggal. Rasullullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,”Mandikanlah mereka dengan air dicampur daun bidara!”.

  1. Baru masuk Islam

Seorang yang baru masuk Islam, harus mandi dahulu berdasarkan sebuah hadits dari Hadis dari Qois bin ‘Ashim Radiyalahu ‘anhu ia menceritakan;

“Aku baru masuk Islam, kemudian Nabi shallallahu’alaihiwasallam memerintahkan untuk mandi dengan air yan dicampur dengan daun sidr (daun bidara).” (HR Ahmad, Tirmidziy, dan An-Nasa’i)

Inilah beberapa alasan yang menyebabkan untuk melakukan mandi wajib. Berikutnya akan kita bahas doa dan tatacara mandi wajib yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Doa Mandi Wajib

Untuk doa yang dibaca ketika mandi wajib atau mandi junub ini kami belum menemukan ada doa yang berasal dari Rasulullah untuk dibaca. Sehingga kita tidak perlu membaca doa tertentu ketika mandi wajib kecuali berniat dalam hati saja.

Pada dasarnya do’a adalah ibadah yang tempat, lafadz dan waktunya bebas, akan tetapi mengaitkan dengan waktu, lafadz dan tempat tertentu memerlukan dalil. Dan karena tidak ada dalil yg shahih tentang do’a setelah saat mandi wajib maka tidak perlu membaca apa pun.

Namun lebih baik kita tetap membaca doa untuk masuk kamar mandi dan membaca basmallah ketika masih di luar sebelum mandi. Doa masuk kamar mandi yang shahih seperti berikut ini.

بسم الله . اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث

Bismillah. Allahumma Inni A’udzubika minal khubutsi wal khobaaits

“Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung dari setan laki-laki dan setan perempuan”

[HR Bukhari no 142, dikutip dari Islam-QA]

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Petunjuk Rasulullah

  • Ketika akan memulai mandi wajib, maka kita harus berniat dalam hati karena Allah akan mandi untuk mengilangkan hadats besar dalam diri. Adapun untuk bacaan niat atau doa seperti yang banyak tersebar seperti ini:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRO’IL HADATSIL AKBARI FARDHANN LILLAAHI TA’AALAA

maka kami belum menemukan dalil yang shahih tercantum dalam kitab-kitab hadits yang meriwayatkan tata cara mandi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.Sehingga yang lebih cocok dengan sunnah nabi Muhammad adalah cukup berniat dalam hati saja tanpa diucapkan. Yaitu berniat untuk menghilangkan hadats besar serta mengikuti petunjuk baginda nabi dalam mandi wajib.

  • Memulai dengan mencuci telapak tangan, kemudian mencuci kemaluan hingga bersih.
  • Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.
  • Menyela-nyela kulit kepala seluruhnya sampai seluruh kepala dan kulitnya basah semua.
  • Mulai dengan mengguyur kepala bagian kanan serta meratakan air dibantu dengan tangan. Setelah itu mulai dengan bagian kiri. Diratakan keseluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Inilah batasan mandi wajib, seluruh tubuh harus basah dengan air.
  • Tidak disunnahkan untuk membersihkan sisa air dengan handuk.

Begitulah tata cara dan doa mandi wajib yang diajarkan oleh Rasulullah dalam salah satu riwayat hadits yang shahih.

Do Doa Mandi Sehari Hari Doa Untuk Membersihkan Badan Ayat Apa Yg Harus Dibaca Ketika Mandi Wajib Ayat Yang Harua Di Baca Saat Mandi Bersih

Djati Purnomo

Alumni Pondok Pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga. Saat ini sedang menempuh pendidikan di jurusan Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam) STDI Imam Syafi'i, Jember. Aktif menulis di buletin kampus dan blog pribadi.