Bacaan Do’a Iftitah Lafadz dan Terjemahnya

Doa Iftitah Pendek Iftitah Pendek Doa Iftitah Yang Pendek Bacaan Iftitah Pendek Doa Iftitah Pendek Dan Artinya

Doa iftitah atau sering disebut juga doa istiftah adalah doa yang dibaca oleh orang yang shalat setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat al-Fatihah. Menurut jumhur ulama fikih, hukum membacanya adalah sunah. Bagi yang membacanya akan mendapat pahala, sedangkan apabila ditinggalkan tidak berdosa dan sholatnya tetap sah.

Dalil yang menerangkan kesunahan membaca doa iftitah adalah sebuah hadits yang berasal dari Aisyah Radiyallahu’anha beliau menuturkan;

كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إذا استفتح الصلاة قال: “سبحانك اللَّهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جَدُّكَ ولا إله غيرك

“Adalah Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam ketika memulai sholat beliau membaca doa iftitah yang artinya : Mahasuci Engkau Ya Allah, aku memujiMu, Maha berkah atas namaMu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud, Al-Hakim dan dinilai shahih olehnya, serta disetujui oleh Imam adz-Dzahabi)

Redaksi Doa Iftitah

Kami mencoba mencari doa-doa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam ketika iftitah, dan hasilnya ditemukan banyak riwayat doa dengan redaksi (matan) doa yang berbeda-beda. Oleh karenanya para ulama mengatakan, bagus seandainya orang yang sholat membaca doa iftitah yang berbeda ini bergantian di setiap sholatnya. Misalnya sholat subuh membaca doa iftitah yang panjang, kemudian sholat dhuhur membaca doa yang tidak terlalu panjang, dan sholat ashar membaca doa iftitah yang pendek. Tujuannya agar kita lebih khusyu’ dalam sholat ketika membaca doa yang berbeda-beda di setiap sholat.

Karena banyaknya redaksi doa yang ada maka tidak akan kami tampilkan semuanya. Akan tetapi pada artikel ini hanya akan kami tampilkan tiga doa saja yang kami kira sudah tidak asing di telinga pembaca sekalian. Inilah ketiga model doa iftitah itu :

  1. Redaksi Pertama

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ؛ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْربِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَردِ

ALLAAHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHOTOOYAAYA, KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHOTOOYAAYA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGHSILNII MIN KHOTOOYAAYA BIL MAA I WATS TSALJI WAL BAROD.

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan air es.” [HR Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598]

  1. Redaksi Kedua

وجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ حَنِيفاً [مُسْلِماً] وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لله رَبِّ العِالمِيِنَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرتُ وَأَنَا أَوَّلُ المُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ المَلِكُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، [سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ]، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، واعْتَرفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي جَمِيعاً؛ إنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ؛ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا؛ لَا يَصْرِفُ عَنِّي َسَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالخَيْرُ كُلُّهُ فيِ يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيكَ [وَالمَهْدِي مَنْ هَدَيتَ]، أَنَا بِكَ وَإِلَيكَ. [لَا مَنْجَا وَلَا مَلْجَأَ مِنْكَ إَلاَّ إِلَيكَ]، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيكَ

WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDHI KHANIIFAN MUSLIMAN WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIN, INNA SHOLATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIN. ALLAHUMMAA ANTAL MALIKU. LAA ILAAHA ILLA ANTA. SUBHAANAKA WABIHAMDIKA. ANTA ROBBII WA ANA ‘ABDUKA. DZOLAMTU NAFSII, WA’TAROFTU BIDZANBII, FAGHFIR LII DZANBII JAMI’AN. INNAHUU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA. WAHDINII LIAHSANIL AKHLAAQ. LAA YAHDII LIAHSANIHAA ILLAA ANTA. WASHRIF ‘ANNII SAYYIAHAA LAA YASHRIFU ‘ANNII SAYYIAHAA ILLAA ANTA. LABBAIKA WA SA’DAIKA, WAL KHOIRU KULLUHUU FI YADAIKA WASY SYARRU LAISA ILAIKA. WAL MAHDII MAN HADAITA. ANA BIKA WA ILAIKA. LAA MANJAA WA LAA MALJA A MINKA ILLAA ILAIKA. TABARAKTA WA TA’AALAITA. ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIKA.

Artinya : “Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan muslim dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. Sesunguhnya sholat sembelihanku, hidup serta matiku adalah untuk Allah Rabb semesta alam Tiada sekutu bagiNya, dan karena itu aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang-oran muslim.

Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau dengan pujianMu. Engkau tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang baik, tidak ada yang menunjukkannya selain Engkau. Hindarkanlah aku dari akhlak yang buruk, tidak ada yang dapat menghindarkannya dariku kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu, kejelekan tidak disandarkan kepadaMu. Orang yang selamat yang Engkau beri petunjuk. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu dan kepadaMu aku kembali. Tidak ada keselamatan dan termpat berlindung kecuali kepadaMu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.” [HR Muslim no. 771, Abu Awanah, Abu Dawud dan selainnya]

  1. Redaksi Ketiga

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

SUBHAANAKALLAAHUMMAA WABIHAMDIKA WA TABARAKASMUKA WA TA’ALA JADDUKA WALAA ILAAHA GHOIRUKA

Artinya : “Mahasuci Engkau Ya Allah, aku memujiMu, Maha berkah atas namaMu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud, Al-Hakim dan dinilai shahih olehnya, serta disetujui oleh Imam adz-Dzahabi)

Inilah ketiga redaksi doa di antara banyaknya model doa iftitah yang dapat kita baca dan amalkan ketika sedang sholat, baik sholat wajib maupun sholat sunnah. Akan lebih utama lagi apabila doa tersebut dibaca dan diketahui arti serta kandungannya. Karena akan menambah kekhusyukan dalam sholat.

Seluruh doa di atas pernah dibaca oleh Rasulullah dalam sholatnya, sehingga jangan mengkotak-kotakan bahwa redaksi A milik kelompok A dan redaksi B milik kelompok B, akan tetapi dibaca secara bergantian doa iftitah yang berasal dari Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam.

Surat Iftitah Pendek Bacaan Doa Iftitah Pendek Doa Iftitah Terpendek Bacaan Doa Iftitah Yang Benar Kesalahan Iftitah

Djati Purnomo

Alumni Pondok Pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga. Saat ini sedang menempuh pendidikan di jurusan Ahwal Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam) STDI Imam Syafi'i, Jember. Aktif menulis di buletin kampus dan blog pribadi.