Hubungan Antara Kelemahan dan Kemuliaan

Saat Anda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, tentu Anda pernah menjumpai pertanyaan, apa kelemahan dan kelebihan Anda. Kebanyakan orang saat mendapat pertanyaan ini tidak pernah bisa menjawab secara langsung apa sebenarnya kelemahan maupun kelebihannya dan secara umum, setiap orang yag diberi pertanyaan tersebut akan menjawab berdasar kebiasaan yang sudah pernah dialami sebelumnya. Meskipun terkadang jawaban yang diberikan terasa tidak sepenuhnya benar dan tidak meyakinkan, sebenarnya manusia memang diciptakan dengan dua sisi yang saling melengkapi, yaitu sisi kelemahan dan kelebihan (kemuliaan).

Hikmah Kelemahan

Saat hidup di dunia, ada banyak manusia yang akan diberi keterbatasan dalam hal fisik maupun psikis, begitupula kelebihan dalam hal yang sama. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena dengan adanya kelemahan akan membuat manusia sadar akan beberapa hal seperti:

a. Waspada dalam segala tindakannya

Manusia diberi kelemahan seperti yang tertera pada surat An Nisa ayat 28 agar manusia senantiasa waspada dalam setiap tindakannya. Dengan kelemahan yang dimiliki, setiap orang akan mencoba memikirkan hasil baik buruk semua tindakan yang dilakukannya dan menghindarkan dari marabahaya. Contohnya saja saat Anda bergaul dengan banyak orang di tempat Anda bekerja, kelemahan yang dimiliki akan menjadikan Anda sebagai orang yang toleran dan berhati-hati dalam setiap ucapan yang dilakukan agar tidak menyakiti dan menimbukan dendam bagi orang lain.

b. Tidak sombong maupun takabur

Kelemahan yang dimiliki akan menjadikan orang yang bersangkutan selalu rendah hati, tidak sombong dan takabur, karena adanya anggapan masih banyak orang yang lebih lemah maupun lebih baik daripada dirinya.

c. Menyadari cara menyeimbangkan dengan kelebihannya

Saat seseorang memiliki kelemahan, yang harus dilakukan bukanlah menyembunyikan kelemahan melainkan menyeimbangkannya dengaan kelebihan yang dimiliki. Dengan pengetahuan akan kelemahan yang dimiliki, Anda bisa belajar bagaimana kelemahan yang ada akan dapat dilengkapi dengan kelebihan. Dengan demikian, keseimbangan yang tercipta akan memberikan rasa percaya diri yang lebih baik. Sebagai contoh saat Anda adalah seorang yang pelupa namun memiliki keahlian dalam membuat catatan, maka keahlian yang dimiliki dapat digunakan untuk membuat catatan terorganisir yang menghindarkan Anda dari resiko kerugian akibat lupa. 

d. Selalu mencari petunjuk dari Allah SWT

Manusia diciptakan dalam keadaan zalim dan bodoh karena kelemahannya, seperti yang diutarakan dalam Q.S Al Ahzab ayat 72. Untuk itulah, agar manusia dapat menghindari kerugian yang diakibatkan oleh kelemahannya, manusia tetap harus mencari petunjuk dari Allah SWT dengan cara berdoa maupun membaca AlQur’an dan Hadist. Dengan mengkondisikan keduanya dibawah petunjuk Allah SWT, kehidupan seseorang akan lebih terarah, bermanfaat, dan selalu mendapat perlindungan yang dibutuhkan dari Allah SWT.

Hikmah Kelebihan

Sedangkan adanya kelebihan yang diberikan Allah SWT seperti yang diungkapkan dalam AlQur’an QS. Al Israa’:70 dan QS. As. Sajdah: 9 dalam bentuk ruh, jasad yang sempurna, dan penghidupan yang layak akan membuat manusia menyadari beberapa tugas yang diberikan padanya, seperti:

a. Tugas untuk menjadi seorang khalifah yang baik

Setiap manusia diberi kelebihan berupa akal yang menjadikannya makhluk paling pintar diantara makhluk Allah yang lainnya. Hal inilah yang menjadikan manusia lebih memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin atau khalifat untuk umat yang ada di bumi. Namun demikian, untuk menjadi seorang khalifah yang baik, pemahaman akan perintah Allah dan kesediaan untuk menjauhi semua laranganNya diperlukan untuk menjadikan seseorang memiliki pribadi yang santun dan peka terhadap sesama.

b.            Mencari penghidupan yang layak

Ketika seorang manusia diberi kelebihan dalam bentuk fisik, maupun pikiran, kelebihan tersebut dapat digunakan untuk mencari penghidupan yang layak untuk hidupnya di dunia dan menjauhkan dirinya dari kemiskinan maupun ketidakseimbangan dalam hidup. Contohnya saja, saat seseorang memiliki keahlian melukis, maka dirinya bisa mengasah kemampuan yang dimiliki untuk menjadi seorang pelukis yang handal. Begitupula saat ada orang yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang lain dan meracik obat-obatan, maka kemampuan yang dimilikinya bisa digunakan untuk membuat orang lain tidak perlu khawatir lagi dengan rasa sakit yang dideritanya.

Dengan adanya keseimbangan antara kelemahan dan kelebihan atau kemuliaan, niscaya setiap orang akan dapat selalu bersyukur pada Allah SWT.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *